pemerintahan

Satu dan Empat Anak Sukabumi Berpotensi Stunting, Ini Penjelasan Pj Wali Kota

Rabu, 9 Oktober 2024 | 11:30 WIB
Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji (Dokpim Kota Sukabumi)

FAJARSUKABUMI - Pj Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji menyebutkan, potensi stunting baru di tempatnya bertugas masih cukup tinggi. Bahkan, satu dari empat anak di Kota Sukabumi berisiko mengalami stunting.

"Stunting merupakan ancaman serius, dan saat ini potensi stunting baru di Kota Sukabumi masih cukup tinggi," ujarnya, Rabu 9 Oktober 2024.

Apalagi berdasarkan data dari Survey Status Gizi Indonesia (SSGI), prevalensi stunting di Kota Sukabumi terus meningkat. Bahkan, peningkatannya pun relatif tajam.

Baca Juga: Cegah Stunting, Pemkot Sukabumi Bentuk Kader Penting

"Dari 19,2 persen di 2022, menjadi 26,9 persen pada 2023. Angka ini melebihi rata-rata provinsi dan nasional," ucapnya.

Oleh karena itu, diperlukan intervensi konvergen, holistik, dan integratif yang melibatkan berbagai sektor. Hal tentu saja dengan memunculkan sejumlah inovasi untuk pencegahan stunting.

"Kami telah meluncurkan inovasi Pangan Lokal Sehat Bergizi Tinggi untuk Pencegahan New Stunting (Pasti Penting)," ungkapnya.

Baca Juga: Terapi Best Al Fath, Dipercaya Sembuhkan Berbagai Penyakit

Dirinnya berharap, inovasi tersebut mampu menurunkan prevalensi stunting dan meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

"Melalui program ini, kami berharap dapat menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan gizi masyarakat, serta memperbaiki pola asuh. Kelompok sasaran kegiatan ini meliputi remaja, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak usia 0-59 bulan," pungkasnya.

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB