FAJARSUKABUMI-Bupati Sukabumi, Marwan Hamami mengajak seluruh Nakes (tenaga kesehatan) untuk menjadikan momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-60 sebagai loncatan untuk menekan angka stunting.
"Tanpa generasi yang sehat dan berkecukupan gizi maka sulit bagi Indonesia untuk merealisasikan Generasi Emas 2045,"jelas Marwan Hamami saat menghadiri peringatan HKN ke-60 tingkat Kabupaten Sukabumi, di Gor Venue Tinju Palabuhanratu, Senin, 28 Oktober 2024.
Kata Marwan, isu penting dalam percepatan penurunan stunting yaitu bagaimana intervensi program menyasar langsung keluarga beresiko stunting, mulai dari calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca bersalin dan anak balita.
Baca Juga: Rayakan HKN, Ini Fokus Kabupaten Sukabumi
Ia menyadari upaya yang dilakukan tersebut tidaklah mudah, sehingga perlu adanya kolaborasi dari semua pihak. Karenanya, Nakes harus membuat beberapa terobosan program untuk merubah pola hidup masyarakat dari kebiasaan terjadinya stunting.
"Nakes sebagai ujung tombak pembangunan manusia harus memberikan terobosan ide dan gagasan yang membawa perubahan sosial secara signifikan terhadap lingkungan dan masyarakat,"tegasnya.
Marwan pun berencana akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke setiap puskesmas di masing-masing wilayah sebagai langkah nyata dalam mengentaskan isu stunting.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Sukabumi Tekankan Prevalensi Stunting dan Hamil KEK di Pajampangan Sukabumi
"Bapak/bu harus betul-betul memiliki catatan anak yang terkena stunting. Bila perlu Kami akan melakukan sidak ke beberapa wilayah bersama unsur forkopimda,"tukasnya.