Selasa, 21 April 2026

Sorotan Khusus: Budaya Kerja yang Sehat Dinilai Bisa Melipatgandakan Kinerja Bisnis Baru di 2025

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Selasa, 26 Agustus 2025 | 06:33 WIB
Potret Ilustrasi Budaya kerja sehat bisa melipatgandakan kinerja start-up 2025, kunci sukses ada pada kepemimpinan & nilai inti. (Foto Istimewa )
Potret Ilustrasi Budaya kerja sehat bisa melipatgandakan kinerja start-up 2025, kunci sukses ada pada kepemimpinan & nilai inti. (Foto Istimewa )

FAJARSUKABUMI - Budaya kerja terbukti punya peran besar dalam menentukan berhasil atau gagalnya sebuah bisnis baru atau start-up. Hal ini terungkap dalam studi riset terbaru McKinsey yang dirilis pada awal Juni 2025.

Dalam laporannya, McKinsey menegaskan budaya yang sehat dapat melipatgandakan kinerja sebuah bisnis baru pada tahun 2025.

"Hal itu dengan cara menetapkan keyakinan dasar, fokus pada kepemimpinan, serta mencontohkan dan merayakan perilaku yang diharapkan,” demikian tertulis dalam riset McKinsey.

Baca Juga: Minat Investasi Saham di Kalangan Generasi Muda Meningkat, Ini Penyebabnya

Riset McKinsey juga menjelaskan, budaya start-up memang mudah dipertahankan saat jumlah anggota tim hanya segelintir orang yang sejalan.

Kendati demikian, ketika bisnis baru berkembang menjadi ratusan hingga ribuan orang, budaya tersebut bisa melemah.

"Oleh karena itu, pemimpin perlu secara sadar membangun dan menjaga budaya kerja yang sehat," imbuh studi tersebut.

Baca Juga: Harga Buyback Emas Antam Hari Ini Turun Rp4.000, Jadi Rp1.775.000 per Gram

Jika diabaikan, risikonya tidak kecil. McKinsey mencatat sekitar 26 persen kegagalan bisnis baru dalam perusahaan besar disebabkan oleh masalah budaya, dan untuk menghindari hal tersebut, McKinsey merekomendasikan tiga langkah utama.

Pertama, mendefinisikan keyakinan dasar atau nilai inti yang menyatukan semua orang sejak awal. Kedua, membentuk kepemimpinan yang tepat, baik dari dalam maupun dari luar perusahaan.

Ketiga, mencontohkan perilaku sesuai budaya serta memberi apresiasi pada karyawan yang menjalaninya.

Baca Juga: Cukai Minuman Berpemanis Siap Berlaku pada 2026, DPR Pastikan Tarif Dikonsultasikan

"Contoh nyata datang dari sebuah perusahaan energi terbarukan di Eropa. Mereka menekankan kesesuaian budaya dalam perekrutan dan bahkan membentuk akademi khusus untuk meningkatkan keragaman tenaga kerja. Dengan cara itu, perusahaan berhasil menjaga budaya sehat sekaligus mempercepat pertumbuhan," tulis riset McKinsey.

Budaya sehat juga terbukti menjadi daya tarik bagi tenaga kerja berbakat. Riset menunjukkan lebih dari 70 persen pencari kerja mencari informasi dari karyawan sebelum melamar. Reputasi budaya kerja yang positif membuat perusahaan lebih mudah mendapatkan orang-orang terbaik.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X