FAJARSUKABUMI - Kecamatan Cisaat yang terletak di wilayah utara Kabupaten Sukabumi, bukan hanya menjadi kawasan penyangga kota, namun juga tumbuh sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat.
Di balik hiruk-pikuknya, tersimpan deretan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang telah menjadi identitas lokal, bahkan dikenal hingga luar daerah.
Salah satu produk yang paling melekat dengan Cisaat adalah Golok Cibatu. Senjata tradisional khas Sunda ini tak hanya dikenal sebagai alat fungsional, tetapi juga sebagai simbol budaya dan keterampilan tangan masyarakat lokal.
Baca Juga: Wabup Sukabumi Bangga dengan Kekayaan Alam Daerahnya: Gurilaps Adalah Anugerah Tak Ternilai
“Kalau golok itu sudah khas banget. Ketika berbicara golok, masyarakat sudah pasti terngiang daerah Cibatu,” kata Camat Cisaat, Heri Sukarno.
Menurutnya, produksi golok di wilayah Cibatu sudah berjalan turun-temurun, bahkan menjadi ikon yang tak terpisahkan dari Kecamatan Cisaat. Tak sedikit perajin yang memasarkan produknya hingga ke luar kota, bahkan ke luar provinsi.
Namun keunggulan Cisaat tak hanya sebatas pada kerajinan golok. Kecamatan ini menyimpan potensi UMKM yang sangat beragam, mulai dari kriya hingga kuliner tradisional. Sebut saja kue ali atau yang dikenal juga sebagai kue cincin yang menjadi makanan khas dari wilayah Rambay.
Baca Juga: Susan Wojcicki, Perempuan Visioner di Balik Sukses Google dan YouTube
“Kalau makanan misalnya, kita ada kue ali atau cincin. Itu sentranya ada juga tapi di sekitaran Rambay. Jadi di kita itu beda tempat, beda unggulannya,” ungkap Heri.
Di beberapa titik lainnya, terdapat pula UMKM yang mengolah buah pala menjadi minuman dan manisan, memperkaya ragam olahan lokal yang ditawarkan kepada wisatawan maupun konsumen domestik.
“Kita benar-benar beragam. Ada berbagai keunggulan lainnya juga. Dari sektor pertanian, perikanan, dan lainnya,” tambahnya.
Baca Juga: Dibatalkan Sepihak! Timnas Indonesia Gagal Lawan Kuwait pada FIFA Match Day
Keberadaan UMKM yang merata dan beragam di Kecamatan Cisaat menjadi pilar penting dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat. Selain menciptakan lapangan kerja, usaha-usaha ini juga mendorong masyarakat untuk tetap produktif dengan memanfaatkan potensi lokal.
Artikel Terkait
Erick Thohir Dorong BUMN Terlibat Kembangkan UMKM
4 Poin Arahan Wapres Gibran Saat Mengisi Retret Kepala Daerah, dari Program MBG hingga Sertifikasi Halal UMKM
Saling Sindir dan Sebut Reviewer Makanan Tidak Etis, Nicky Tirta Pilih Gratiskan Endorse UMKM Setelah Tasyi Athasyia Lapor Polisi
Jawab Soal IHSG Anjlok, Menteri UMKM Pastikan Bukan Imbas dari Program Hapus Utang di Bank BUMN
Puji Kualitas Produk UMKM Sukabumi, Ketua Dekranasda Ingin Memasarkan Lebih Luas Lagi
Boyong Produk UMKM Sukabumi, Ketua Dekranasda : Membuka Peluang Kerjasama Antara Sukabumi
Eks TKI Sukses Bangkitkan UMKM Desa, Keripik Kicimpring Sukabumi Tembus Pasar Luar
Begini Tips Ayep Zaki Dalam Kembangkan UMKM
Terbukti Sebagai Sektor Paling Tangguh, Bupati Sukabumi Dorong UMKM Naik Kelas
Jamkrindo Dorong Akses Kredit untuk Jutaan UMKM Lewat Penjaminan KUR