FAJARSUKABUMI - Fenomena penggunaan skincare pada anak kini semakin ramai diperbincangkan. Seiring meningkatnya tren perawatan kulit sejak dini, berbagai produk perawatan kulit yang diklaim aman untuk anak mulai banyak beredar di pasaran.
Namun demikian, para orang tua diimbau untuk tidak sembarangan dalam memilih produk skincare bagi si kecil. Pemilihan produk yang tidak tepat justru dapat menimbulkan risiko terhadap kesehatan kulit anak.
Penggunaan skincare sejak usia dini sebenarnya tidak dilarang, asalkan dilakukan secara bijak dan sesuai dengan kebutuhan kulit anak. Produk yang digunakan pun harus benar-benar aman, mengandung bahan lembut, dan telah melewati uji dermatologi.
Baca Juga: Sorotan Khusus: Salah Langkah di Hari Pertama, Gen Z Dinilai Bisa Resah Cari Pekerjaan Baru
Salah satu hal terpenting dalam memilih skincare anak adalah memeriksa kandungan produk. Skincare untuk anak sebaiknya tidak mengandung alkohol, paraben, pewangi buatan yang berlebihan, serta bahan kimia keras lainnya yang bisa memicu iritasi kulit.
Produk yang mengandung bahan alami dan telah memiliki label hypoallergenic atau dermatologically tested umumnya lebih aman digunakan. Label ini menunjukkan bahwa produk tersebut telah melalui serangkaian uji klinis untuk memastikan keamanannya bagi kulit anak.
Selain kandungan, orang tua juga perlu menyesuaikan skincare dengan jenis kulit anak. Setiap anak memiliki kondisi kulit yang berbeda—ada yang kering, normal, hingga sensitif. Anak dengan kulit sensitif, misalnya, membutuhkan produk dengan formulasi ekstra lembut.
Baca Juga: Menteri PKP Janjikan Rumah Bersubsidi untuk Keluarga Affan Kurniawan
Beberapa pilihan yang direkomendasikan adalah lotion bertekstur ringan, sabun dengan pH seimbang, serta pelembap tanpa tambahan pewangi. Produk-produk semacam ini cenderung lebih aman bagi kulit anak yang masih dalam masa pertumbuhan.
Sebelum menggunakan skincare secara rutin, disarankan untuk melakukan tes alergi terlebih dahulu. Tes ini dapat membantu menghindari reaksi negatif pada kulit anak seperti ruam, gatal, atau kemerahan.
Tes dapat dilakukan dengan mengoleskan sedikit produk ke bagian kecil kulit anak, misalnya di lengan bagian dalam, lalu diamati dalam waktu 24 jam. Jika tidak muncul reaksi negatif, maka produk tersebut bisa digunakan secara rutin.
Baca Juga: Jack’s Gelato Tawarkan Rasa Es Krim Tak Biasa, dari Lavender hingga Ikan Teri
Hal penting lainnya yang tidak boleh diabaikan adalah izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Produk skincare anak yang sudah terdaftar resmi di BPOM lebih terjamin keamanannya.
Artikel Terkait
Manfaat Kandungan Kaviar dalam Skincare yang Dipakai Syahrini dan Efek Samping yang Sering Dihindari
Bukan karena Ada Tekanan, Dokter Richard Lee Ungkap Alasan Berhenti Review Skincare Abal-abal: Saya Nggak Ikut-ikutan Lagi
Waspada, 4 Kandungan Skincare Ini Bisa Memicu Iritasi pada Kulit Sensitif