FAJARSUKABUMI - Kehadiran Jembatan Gantung Cisurupan di Desa Sirnajaya, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan tenaga pendidik.
Infrastruktur tersebut kini menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Sirnajaya dan Desa Cipaganti, sekaligus mengakhiri persoalan lama pelajar yang kerap bolos sekolah akibat terhalang banjir.
Salah satu yang merasakan langsung manfaatnya adalah Siti Rohmah, guru SDN 2 Sirnajaya. Selama 18 tahun mengajar, ia harus menghadapi medan berat setiap hari saat berangkat dari Kampung Ciburuy, Desa Cipaganti, menuju sekolah.
“Sejak jembatan ini ada, hampir tidak ada lagi anak-anak yang bolos sekolah. Kalau tidak masuk biasanya karena sakit, bukan karena hujan atau banjir,” ujar Siti Rohmah.
Baca Juga: PMI Sukabumi Perkuat Respon Bencana Lewat SIBAT Berbasis Konektivitas Komunitas
Sebelum jembatan dibangun, para siswa dan guru harus menyeberangi sungai atau melewati jalan kebun yang licin dan berbahaya, terutama saat hujan turun.
Tak jarang mereka tiba di sekolah dengan pakaian basah dan kotor, bahkan terpaksa kembali pulang karena kondisi sungai tak memungkinkan untuk diseberangi.
Alternatif jalur lain pun bukan solusi ideal. Jalan memutar dengan kondisi rusak membuat waktu tempuh mencapai hampir satu jam.
Baca Juga: Sepanjang 2025, Pemkot Sukabumi Borong 131 Penghargaan
Kini, setelah Jembatan Gantung Cisurupan berdiri, perjalanan menuju sekolah hanya memakan waktu sekitar 20 menit, bahkan lima menit jika ditempuh dengan berjalan kaki.
“Kalau dulu harus muter jauh dan jalannya jelek. Sekarang lebih cepat dan aman,” ungkap Siti.
Jembatan gantung ini dibangun pada pertengahan Desember dan rampung dalam waktu sekitar 15 hari. Proses pembangunan melibatkan gotong royong warga, dukungan TNI, serta relawan dari Vertical Rescue Indonesia (VRI) yang bekerja siang dan malam demi membuka akses vital bagi masyarakat.
Baca Juga: Wali Kota Ayep Zaki Tegaskan Layanan Kesehatan Gratis di Puskesmas.
Tak hanya menunjang dunia pendidikan, jembatan ini juga mempermudah warga mengakses lahan pertanian, tempat ibadah, serta aktivitas ekonomi sehari-hari, terutama saat cuaca ekstrem melanda kawasan Gunung Papandayan.
Artikel Terkait
Hendri Satrio: Presiden Prabowo Perlu Perkuat Komunikasi Lewat Media Massa
Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB: Serukan Perdamaian Dunia, Palestina Merdeka hingga Isu Perubahan Iklim
Pidato Berapi-api Prabowo Gegerkan Sidang Majelis Umum PBB: Riuh Tepuk Tangan Delegasi hingga Candaan Presiden Trump
Reaksi Partai Politik hingga Ketua DPR atas Arahan Jokowi Dukung Prabowo Gibran 2 Periode
Trump Puji-puji Prabowo di KTT Mesir: Babak Baru Diplomasi Perdamaian Gaza
Optimisme Prabowo Soal Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: dari Program MBG hingga Kisah Pekerja Dapur
DPR Angkat Bicara soal Wacana Presiden Prabowo Masukkan Bahasa Portugis di Pendidikan Indonesia: Bukan Bahasa Pergaulan Internasional
Menkeu Purbaya Disebut Jadi Sosok yang Terpopuler dalam Pengangkatan Menteri di era Prabowo
Di Davos, Prabowo Posisikan Danantara sebagai Simbol Transformasi Ekonomi Indonesia
Tiba di Tanah Air, Prabowo Bawa Oleh-Oleh Investasi Rp90 Triliun hingga Peluang Perdamaian Gaza