Minggu, 19 April 2026

Di Davos, Prabowo Posisikan Danantara sebagai Simbol Transformasi Ekonomi Indonesia

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Jumat, 23 Januari 2026 | 09:34 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto
Presiden RI Prabowo Subianto

FAJARSUKABUMI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi yang semakin diperhitungkan di tingkat global melalui kehadiran Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia.

Berbicara dalam forum World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Kamis (22/1), Prabowo menyatakan Danantara kini berdiri sejajar dengan lembaga investasi dunia lainnya, setelah mengelola aset senilai 1 triliun dolar AS.

“Dengan Danantara, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin negara dan pelaku ekonomi global.

Baca Juga: Upah Guru Honorer Tak Capai UMR, Ferry Irwandi Ungkap Ada yang Digaji Rp60.000 per Bulan

Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar menjadi negara tujuan investasi, melainkan telah bertransformasi menjadi mitra strategis yang siap berinvestasi bersama para pelaku global.

Melalui Danantara, pemerintah membuka ruang kolaborasi pembiayaan proyek-proyek strategis, khususnya di sektor industri, manufaktur, dan pengembangan industri masa depan.

“Kami akan berinvestasi bersama dan tumbuh bersama Anda. Danantara didirikan untuk membiayai industri-industri masa depan,” katanya.

Baca Juga: Ulangi Keberhasilan di Putaran Pertama, Persija Jakarta Bertekad untuk Memberikan Kekalahan Kembali pada Madura United di Putaran Kedua

Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mempercepat industrialisasi nasional demi memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti pentingnya tata kelola yang kredibel dan profesional. Menurutnya, Danantara harus dikelola sesuai standar internasional karena berperan strategis dalam alokasi modal negara.

Sebagai bagian dari reformasi struktural, pemerintah berencana merampingkan jumlah badan usaha milik negara (BUMN) dari 1.044 perusahaan menjadi sekitar 300 perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas manajemen.

Baca Juga: Fraksi NasDem Nilai Rekomendasi Panja Harus Direspons Sesuai Mekanisme Administratif

Prabowo menegaskan, pemerintah tidak membatasi Danantara untuk merekrut sumber daya manusia terbaik, termasuk dari luar negeri, guna mengisi posisi kepemimpinan strategis.

“Kami menginginkan otak dan pikiran terbaik di dunia,” ucapnya.

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X