Selasa, 21 April 2026

Tiba di Tanah Air, Prabowo Bawa Oleh-Oleh Investasi Rp90 Triliun hingga Peluang Perdamaian Gaza

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Minggu, 25 Januari 2026 | 06:10 WIB

FAJARSUKABUMI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air usai menuntaskan rangkaian kunjungan kerja luar negeri yang sarat agenda strategis, mulai dari investasi jumbo hingga diplomasi perdamaian global.

Lawatan luar negeri Presiden Prabowo diawali dengan kunjungan resmi ke Inggris, di mana ia bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III. Dari pertemuan tersebut, Indonesia berhasil mengamankan tiga capaian besar yang berdampak langsung pada ekonomi nasional.

Hasil paling menonjol dari kunjungan ke Inggris adalah komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling, atau setara sekitar Rp90 triliun. Investasi ini diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka peluang lapangan kerja baru di dalam negeri.

Baca Juga: Dikukuhkan di Lingkungan Pesantren, 529 Pramuka Garuda Warungkiara Siap Jadi Teladan Generasi Muda

Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama maritim, termasuk pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia. Program ini dinilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan, ekonomi pesisir, serta modernisasi armada perikanan nasional.

Tak hanya sektor ekonomi, Prabowo juga mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama pendidikan tinggi.

Kesepakatan tersebut meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, hingga program pertukaran dosen dan peneliti.

Baca Juga: Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Dini, PMI dan Palang Merah Jepang Lakukan Hal Ini di Sukabumi

Usai dari Inggris, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026.

Di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia, Prabowo memaparkan arah dan strategi ekonomi Indonesia, termasuk kebijakan hilirisasi, transisi energi hijau, serta penguatan ekonomi digital.

Pidato tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap stabilitas dan prospek ekonomi nasional.

Baca Juga: Kepergian Lula Lahfah Tinggalkan Duka, Reza Arap Menangis Tersedu saat Dipeluk Fadil Jaidi untuk Menguatkan Hatinya

Selain capaian ekonomi, kehadiran Indonesia di Davos juga menghasilkan terobosan diplomatik. Indonesia resmi menjadi anggota Board of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah forum strategis yang berperan dalam mendorong penyelesaian konflik global.

Keanggotaan ini dipandang sebagai langkah konkret Indonesia dalam memperkuat diplomasi perdamaian, termasuk mendorong upaya penyelesaian konflik di Gaza dan kawasan konflik lainnya.

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X