FAJARSUKABUMI - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali ke Tanah Air usai menuntaskan rangkaian kunjungan kerja luar negeri yang sarat agenda strategis, mulai dari investasi jumbo hingga diplomasi perdamaian global.
Lawatan luar negeri Presiden Prabowo diawali dengan kunjungan resmi ke Inggris, di mana ia bertemu Perdana Menteri Keir Starmer dan Raja Charles III. Dari pertemuan tersebut, Indonesia berhasil mengamankan tiga capaian besar yang berdampak langsung pada ekonomi nasional.
Hasil paling menonjol dari kunjungan ke Inggris adalah komitmen investasi senilai 4 miliar poundsterling, atau setara sekitar Rp90 triliun. Investasi ini diharapkan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan membuka peluang lapangan kerja baru di dalam negeri.
Baca Juga: Dikukuhkan di Lingkungan Pesantren, 529 Pramuka Garuda Warungkiara Siap Jadi Teladan Generasi Muda
Selain itu, kedua negara sepakat memperkuat kerja sama maritim, termasuk pembangunan 1.582 kapal nelayan yang akan diproduksi dan dirakit di Indonesia. Program ini dinilai strategis dalam mendukung ketahanan pangan, ekonomi pesisir, serta modernisasi armada perikanan nasional.
Tak hanya sektor ekonomi, Prabowo juga mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui kerja sama pendidikan tinggi.
Kesepakatan tersebut meliputi peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Inggris, pendirian kampus universitas Inggris di Indonesia, hingga program pertukaran dosen dan peneliti.
Baca Juga: Bangun Budaya Siaga Bencana Sejak Dini, PMI dan Palang Merah Jepang Lakukan Hal Ini di Sukabumi
Usai dari Inggris, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Davos, Swiss, untuk menghadiri World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026.
Di hadapan sekitar 1.000 CEO perusahaan besar dunia, Prabowo memaparkan arah dan strategi ekonomi Indonesia, termasuk kebijakan hilirisasi, transisi energi hijau, serta penguatan ekonomi digital.
Pidato tersebut menjadi momentum penting untuk menegaskan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, sekaligus meningkatkan kepercayaan investor internasional terhadap stabilitas dan prospek ekonomi nasional.
Selain capaian ekonomi, kehadiran Indonesia di Davos juga menghasilkan terobosan diplomatik. Indonesia resmi menjadi anggota Board of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah forum strategis yang berperan dalam mendorong penyelesaian konflik global.
Keanggotaan ini dipandang sebagai langkah konkret Indonesia dalam memperkuat diplomasi perdamaian, termasuk mendorong upaya penyelesaian konflik di Gaza dan kawasan konflik lainnya.
Artikel Terkait
Sampaikan Duka Cita Langsung pada Keluarga, Prabowo Melayat ke Rumah Affan Kurniawan
Hendri Satrio: Presiden Prabowo Perlu Perkuat Komunikasi Lewat Media Massa
Presiden Prabowo di Sidang Umum PBB: Serukan Perdamaian Dunia, Palestina Merdeka hingga Isu Perubahan Iklim
Pidato Berapi-api Prabowo Gegerkan Sidang Majelis Umum PBB: Riuh Tepuk Tangan Delegasi hingga Candaan Presiden Trump
Reaksi Partai Politik hingga Ketua DPR atas Arahan Jokowi Dukung Prabowo Gibran 2 Periode
Trump Puji-puji Prabowo di KTT Mesir: Babak Baru Diplomasi Perdamaian Gaza
Optimisme Prabowo Soal Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: dari Program MBG hingga Kisah Pekerja Dapur
DPR Angkat Bicara soal Wacana Presiden Prabowo Masukkan Bahasa Portugis di Pendidikan Indonesia: Bukan Bahasa Pergaulan Internasional
Menkeu Purbaya Disebut Jadi Sosok yang Terpopuler dalam Pengangkatan Menteri di era Prabowo
Di Davos, Prabowo Posisikan Danantara sebagai Simbol Transformasi Ekonomi Indonesia