FAJARSUKABUMI - Surabaya dikenal sebagai kota pahlawan. Pasalnya di kota tersebut terdapat aksi heroik Bangsa Indonesia. Lebih tepatnya pada 10 November 1945. Selain di Surabaya, aksi heroik pun terjadi di Sukabumi.
Lebih tepatnya di Desa Bojongkokosan, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi. Bahkan aksi heroik itu, terkenal dengan sebutan pertempuran Bojongkokosan.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Ensikopedia Sejarah Indonesia Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, pertempuran Bojong Kokosan, juga dikenal sebagai Pertempuran Konvoy Sukabumi-Cianjur, adalah pertempuran konvoi antara Tentara Keamanan Rakyat (TKR) yang dibantu oleh badan-badan kelaskaran melawan tentara Sekutu yang dibonceng NICA. Pertempuran ini berlangsung dua kali, tanggal 9 hingga 12 Desember 1945 dan tanggal 10 hingga 14 Maret 1946.
Baca Juga: Ingin Pagimu Ceria, Cobalah Lakukan Hal Ini
Setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu, tentara Sekutu kemudian diperintahkan untuk melucuti senjata tentara Jepang serta membebaskan tawanan perang Jepang. Memanfaatkan keadaan tersebut, Belanda kembali ke Indonesia dengan membonceng tentara Sekutu.
Selain untuk melucuti senjata dan membebaskan tawanan perang, pasukan Sekutu yang masuk ke Sukabumi memiliki perintah tambahan, yaitu mengamankan jalur darat Bogor-Sukabumi-Cianjur. Sukabumi dianggap sebagai kunci menguasai Jawa Barat, untuk selanjutnya menguasai Jakarta.
Sekitar pukul 12 siang tanggal 9 Desember 1945, prajurit TKR Sukabumi di pos Cigombong menerima kabar tentang kedatangan tentara gabungan Inggris, Gurkha dan NICA yang akan masuk ke wilayah Sukabumi.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Kembali Landa Kota Sukabumi, 17 Titik Dilaporkan Terdampak Bencana
Menanggapi berita tersebut, pasukan TKR bergerak ke Bojong Kokosan untuk bersiap menghadang konvoi Sekutu. Pasukan TKR kemudian diperintahkan mengambil posisi di kedua sisi tebing yang mengapit jalur darat yang akan dilalui konvoi Sekutu.
Selain itu, dibangun pula barikade untuk menghadang laju konvoi Sekutu. Dalam penghadangan ini, TKR dibantu oleh berbagai barisan kelaskaran Sukabumi, seperti Barisan Banteng, Hizbullah, dan Pesindo.
Begitu kepala konvoi Sekutu sampai di Bojong Kokosan, laju konvoi terhenti karena terhalang barikade. TKR kemudian menyerang dari arah tebing dan terjadilah pertempuran sengit antara kedua pasukan.
Baca Juga: Pantai Cikadal Tak Tersentuh Pembangunan, Ini Jawaban Bupati Sukabumi
Sementara itu ekor konvoi yang masih berada di Cicurug diserang oleh pasukan TKR yang lain. Dalam pertempuran ini, pasukan TKR yang berjumlah kurang lebih tiga ribu personel diperkuat dengan senjata rampasan dari tentara Jepang, ditambah senjata-senjata tajam buatan sendiri dan bom molotov dari botol bensin dan karet mentah yang disebut krembing.
Artikel Terkait
Prabowo Disambut Antusias Mahasiswa Indonesia di Beijing
Pantai Cikadal di Promosikan Lewat Geopark Ciletuh Spektakuler
Pantai Cikadal Tak Tersentuh Pembangunan, Ini Jawaban Bupati Sukabumi
Cuaca Ekstrem Kembali Landa Kota Sukabumi, 17 Titik Dilaporkan Terdampak Bencana
Ingin Pagimu Ceria, Cobalah Lakukan Hal Ini