FAJARSUKABUMI - 11 November diperingati sebagai Hari Yatim Piatu Sedunia. Hal itu pun sebagai momen untuk menunjukkan kepedulian terhadap anak yatim piatu.
Selain itu, Hari Yatim Piatu Sedunia merupakan kesempatan yang tepat bagi masyarakat yang bermaksud baik dan bertanggung jawab secara sosial untuk menunjukkan bahwa mereka mendukung anak yatim piatu di saat mereka membutuhkan.
Dikutip dari Nationaltoday.com, Hari Yatim Piatu Sedunia memiliki sejarah yang panjang. Hal itu diawali dari pendirian panti asuhan oleh Bangsa Romawi pada 400 masehi.
Baca Juga: Hari Pahlawan 2024 di Palabuhanratu, Camat Deni Sampaikan Pesan Mensos RI
Alasan utama dibukanya panti asuhan adalah untuk menyediakan makanan, tempat tinggal, dan kebutuhan perawatan kesehatan lainnya bagi anak-anak yang telah kehilangan orang tua mereka dan tidak memiliki pengasuh untuk merawat mereka.
Apalagi, gagasan untuk mengasuh anak yatim piatu bukanlah hal baru. Sistem hukum Yunani mewajibkan pemberian dukungan keuangan kepada anak yatim piatu hingga mereka berusia 18 tahun. Gereja-gereja pada Abad Pertengahan juga mendirikan tempat penampungan dan panti asuhan untuk anak-anak.
Namun selama 1900-an, kondisi kehidupan anak yatim di Inggris semakin memburuk. Banyak anak bahkan menderita kekurangan gizi karena kurangnya makanan dan perawatan medis yang layak di fasilitas perawatan.
Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, Letkol Andhi : Implementasikan Nilai -Nilai Kepahlawanan
Tak lama kemudian, panti asuhan mendapatkan reputasi buruk karena tidak memberikan perawatan dan perhatian yang diperlukan kepada anak yatim.
Karena itu, orang-orang di negara-negara barat didorong untuk mengadopsi anak yatim secara sah untuk memberi mereka masa depan yang lebih baik dan menjaga kesehatan serta pendidikan mereka.
Pada 2006, Stars Foundation — sebuah organisasi hiburan yang menggalang dana dan meningkatkan pemahaman tentang anak-anak yang menjadi yatim piatu atau terlantar akibat kemiskinan, perang, AIDS, dan bencana alam — memperingati Hari Yatim Piatu Sedunia yang pertama.
Baca Juga: Keren! Siswa SMKN 4 Sukabumi Tembus WorldSkills ASEAN 2025
Gagasan utamanya adalah untuk menciptakan kesadaran tentang situasi terkini anak yatim piatu di seluruh dunia. Orang-orang didorong untuk mendukung anak yatim piatu dengan memberi mereka perawatan, rasa hormat, dan rasa aman yang layak mereka dapatkan.
Orang-orang di seluruh dunia menggalang dana untuk anak-anak yatim piatu guna membantu mereka memperoleh akses ke perawatan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas
Artikel Terkait
10 November Diperingati Hari Pahlawan, Ternyata Ini Sejarahnya
Di Sukabumi pun Ada Aksi Heroik Loh, Ini Sejarahnya
Keren! Siswa SMKN 4 Sukabumi Tembus WorldSkills ASEAN 2025
Peringati Hari Pahlawan, Letkol Andhi : Implementasikan Nilai -Nilai Kepahlawanan
Hari Pahlawan 2024 di Palabuhanratu, Camat Deni Sampaikan Pesan Mensos RI