Selasa, 21 April 2026

4 Fakta Menohok AS Panik Lihat AI Buatan China DeepSeek Guncang Pasar Global, Salah Satunya ‘Meroket’ dengan Modal Kecil!

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Kamis, 30 Januari 2025 | 07:41 WIB
Potret tampilan AI buatan China DeepSeek (kiri) dan AI asal Amerika Serikat ChatGPT (kanan) (Foto DeepSeek.com - Instagram.com/@chatgpt)
Potret tampilan AI buatan China DeepSeek (kiri) dan AI asal Amerika Serikat ChatGPT (kanan) (Foto DeepSeek.com - Instagram.com/@chatgpt)

Dalam kesempatan yang sama, Trump menuturkan layanan AI di AS pun dapat melakukan hal sama dengan DeepSeek, yakni tampil meyakinkan di pasar teknologi dengan modal yang dinilai kecil.

"Saya melihatnya sebagai hal positif karena Anda akan melakukan yang sama," tutur Trump.

"Sehingga tidak akan menghabiskan banyak uang dan semoga Anda akan mendapatkan hasil yang sama," tandasnya.

Dilansir dari Reuters dalam artikel berbeda yang tayang pada Selasa, 28 Januari 2025, DeepSeek mengklaim hanya menghabiskan 5,6 juta dolar AS atau Rp90,8 miliar untuk mendukung model dasar AI DeepSeek model R1.

Baru Lahir Tahun 2024

Dilansir dari CBS News, DeepSeek merupakan startup yang baru lahir setahun lalu, atau tepatnya pada tahun 2024. Pendirinya adalah pengusaha asal China, Liang Wenfeng.

Perusahaannya memang berfokus pada pengembangan kecerdasan buatan, startup asal China itu merilis berbagai model AI kompetitif selama tahun 2024 lalu.

DeepSeek R1 bersifat open-source, sehingga pengembang kecerdasan buatan mana pun bisa menggunakannya.

Berkembang Meski AS Batasi Ekspor Chip ke China

Uniknya, DeepSeek sukses dibangun Liang Wenfeng saat AS membatasi ekspor chip ke Tiongkok.

Pemerintah Amerika memang sengaja mengontrol ekspor chip ke China, impor yang ketat itu dinilai tiga kali dalam tiga tahun terakhir itu dilakukan karena ada masalah keamanan nasional.

Produsen chip asal AS, Nvidia sampai kehilangan nilai pasar Rp9.731,7 triliun imbas kemunculan DeepSeek.

Investor langsung melakukan aksi jual besar-besaran saham perusahaan teknologi di Wall Street.

Pasar khawatir munculnya DeepSeek bakal mengancam dominasi perusahaan AI yang berbasis di AS.

Terkhusus bagi Nvidia, DeepSeek R1 membuat saham perusahaan asal AS itu anjlok pada angka 17 persen.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bobby Maulana Dorong Pelestarian WBTB di Sekolah

Sabtu, 4 April 2026 | 19:37 WIB
X