Ia menyebut kalau ada beberapa pihak yang berpura-pura ikut bersedih atas kematian Barbie Hsu.
“Beberapa orang berpura-pura sedih dan berjalan-jalan di tengah hujan, dan yang lain mencoba mencari-cari kesalahan keluarga kami dengan membuat berita palsu tentang asuransi dan pengeluaran,” tambahnya.
DJ Koo akan melindungi hak waris milik dua anak sambungnya
Barbie Hsu meninggalkan dua anaknya dari pernikahan sebelumnya dengan pengusaha Tiongkok Wang Xiaofei.
DJ Koo menyatakan komitmennya untuk menjaga kesejahteraan anak-anak sambungnya itu.
Ia menyatakan niatnya untuk mengambil tindakan hukum untuk memastikan bahwa warisan anak-anak terlindungi hingga mereka mencapai usia dewasa, dan mencegah potensi penyalahgunaan.
"Semua warisan itu terselamatkan melalui keringat dan air mata Hee-won semasa hidup untuk melindungi keluarga tercinta, maka dari itu aku berencana menyerahkan seluruh wewenang atas diri saya kepada ibu mertuaku,” tegasnya.
“Saya berencana mengambil jalur hukum melalui pengacara untuk melindungi anak-anakku hingga mereka dewasa agar tidak dijamah oleh orang jahat,” tambah DJ Koo.
Aturan harta hak waris di Taiwan
Menurut hukum Taiwan, jika tidak ada surat wasiat, harta kekayaan orang yang meninggal biasanya dibagi di antara pasangan dan anak-anaknya yang masih hidup.
Pakar hukum mencatat bahwa, sebagai suami sah Barbie Hsu pada saat kematiannya, DJ Koo memegang hak waris atas harta warisannya.
Namun, keputusannya untuk melepaskan bagiannya demi ibu Barbie Hsu dapat mempengaruhi pembagian akhir.
Selain itu, sebagai ayah biologis, Wang Xiaofei berpotensi meminta hak asuh atas anak-anak tersebut, yang dapat mengarah pada diskusi hukum lebih lanjut.
Barbie Hsu sendiri meninggal dunia karena pneumonia akut yang ia alami saat sedang liburan di Jepang pada Minggu, 2 Februari 2025.
Keluarga membawa pulang abu mendiang Barbie Hsu pada Rabu, 5 Februari 2025 melalui Bandara Taipei Songshan Airport sekitar pukul 3 sore waktu setempat.
Artikel Terkait
Kisah Cinta Barbie Hsu dan DJ Koo yang Menikah Setelah 20 Tahun Putus, Kini Harus Dipisahkan Oleh Maut Hanya 5 Hari Sebelum Perayaan Anniversary Perni
Abu Mendiang Barbie Hsu Sudah Tiba di Taiwan, Keluarga Pilih Tak Gelar Upacara Pemakaman untuk Mengenang Sikapnya yang Rendah Hati
Telisik Kasus DeepFake Catut Pejabat Istana, Intip Skandal Terbaru yang Dibongkar Polisi: Ada Editan Wajah Palsu Prabowo-Gibran
CEO Promedia Agus Sulistriyono Ungkap Hari Pers Nasional Jadi Momen Penting Menghargai Dedikasi dan Kerja Keras Para Jurnalis di Tanah Air
Finalisasi PPDS untuk SNBP 2025 4 Kali Diundur, Polemik Kelalaian Sekolah Telat Input Data