Akibatnya, pengeluaran keluarga untuk pendidikan anak kembali meningkat sejak akhir 2024, naik 3,3 persen pada kuartal IV dan terus mengalami lonjakan sepanjang 2025.
“Banyak perempuan kini sulit membuat perhitungan biaya agar masuk akal,” ujar Vogtman.
Sementara itu, survei terhadap resume karyawan di sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft, SpaceX, dan Apple menunjukkan adanya eksodus karyawan senior setelah kebijakan kerja penuh diberlakukan. Kondisi ini dinilai mengancam daya saing perusahaan, karena menyulitkan proses rekrutmen dan menurunkan produktivitas.
“Kebijakan ini dibuat oleh orang-orang yang punya privilese, punya asisten rumah tangga atau pengasuh anak. Tidak semua perempuan punya kemewahan itu,” kata Heggeness.