Akibatnya, pengeluaran keluarga untuk pendidikan anak kembali meningkat sejak akhir 2024, naik 3,3 persen pada kuartal IV dan terus mengalami lonjakan sepanjang 2025.
“Banyak perempuan kini sulit membuat perhitungan biaya agar masuk akal,” ujar Vogtman.
Sementara itu, survei terhadap resume karyawan di sejumlah perusahaan besar seperti Microsoft, SpaceX, dan Apple menunjukkan adanya eksodus karyawan senior setelah kebijakan kerja penuh diberlakukan. Kondisi ini dinilai mengancam daya saing perusahaan, karena menyulitkan proses rekrutmen dan menurunkan produktivitas.
“Kebijakan ini dibuat oleh orang-orang yang punya privilese, punya asisten rumah tangga atau pengasuh anak. Tidak semua perempuan punya kemewahan itu,” kata Heggeness.
Artikel Terkait
Netizen Turut Bahagia Lihat Perempuan Muda Dapat Tandatangan Prabowo
Bawaslu Kumpulkan Organisasi Perempuan, Ini Tujuannya.
Feri Sri Astrina Dilantik Jadi Pimpinan DPRD Kota Sukabumi, Siap Perjuangkan Perempuan
Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Perempuan di Perkebunan Teh di Cianjur, Pelaku Ditangkap Saat Asyik Bermotor
Terungkap Motif Pelaku Membunuh Perempuan yang Mayatnya Ditemukan di Perkebunan Teh di Cianjur
Seorang Perempuan Lansia di Cianjur jadi Korban Dugaan Kekerasan, Polisi Tangkap Pelaku Kurang dari 1x24 Jam
Fadli Zon Ungkit Tragedi Mei 1998, Beri Contoh Sejarah Tindakan Asusila Tentara Serbia ke Perempuan Bosnia
Kronologi Insiden Minibus Seruduk Apotek Rumah Sakit di Pamanukan Subang, Remaja Perempuan Tewas Tertabrak
Bayi Perempuan Ditemukan Hidup di Pinggir Jalan Cipanengah Sukabumi
Khataman Majlis Taklim Asyiah, Kia Florita Ajak Perempuan Jadikan Sunnah Nabi Sebagai Gaya Hidup