FAJARSUKABUMI - Ketidakpastian kebijakan perdagangan dunia kini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tensi geopolitik dan ekonomi global. Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China dinilai turut memicu keresahan pasar internasional dan berpotensi memberi dampak terhadap kestabilan perekonomian dunia, termasuk Indonesia.
Seiring hal itu, pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah merancang strategi ekspor nasional untuk periode 2025–2029. Target utamanya adalah memperkuat kontribusi ekspor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperluas kemitraan dagang internasional, serta memperdalam penetrasi pasar melalui perwakilan dagang di luar negeri.
Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno, mengajak pelaku usaha, khususnya generasi muda dan UMKM, untuk tidak hanya melihat krisis sebagai hambatan, tetapi juga sebagai peluang.
Baca Juga: Harga Emas 24 Karat Sabtu 20 September 2025: Antam Melemah, UBS Menguat
“Tarif dagang dari Presiden Trump naik, tensi China vs Amerika makin tinggi. Tapi justru di tengah konflik ini, ada celah yang bisa dimanfaatkan Indonesia,” ujar Sandiaga Uno melalui akun Instagram pribadinya,beberapa Waktu lalu.
Sandiaga menyebut, Indonesia harus lebih berani memperluas pasar bagi UMKM dan memanfaatkan momentum ketegangan global untuk meningkatkan posisi tawar di pasar internasional.
“Lewat sektor swasta, saya ikut ambil peran menciptakan lapangan kerja dan membantu lebih banyak UMKM tembus ke pasar internasional,” katanya.
Baca Juga: Raih Imbang Atas Lion City Sailors, Persib Bandung Langsung Pokus untuk Tumbangkan Arema FC
Dalam perbincangan di kanal YouTube Agatha Chelsea yang tayang pada Jumat, 19 September 2025, Sandiaga Uno membagikan kisah pribadinya ketika terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) saat krisis ekonomi melanda Indonesia tahun 1998.
“Saat itu saya kena PHK di perusahaan tempat saya kerja, dan setelah itu ada krisis keuangan Asia,” ujar Sandiaga.
Alih-alih terpuruk, PHK tersebut justru menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya. Bersama Edwin Soeryadjaya, Sandiaga kemudian mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Ia juga mendirikan PT Recapital bersama Rosan Roeslani yang kini berkembang dari hanya 3 karyawan menjadi lebih dari 30.000 orang.
Artikel Terkait
Pemkot Sukabumi dan BJB Jalin Sinergi Perkuat Ekonomi Daerah
TP PKK Kota Sukabumi Dorong Kader Posyandu Jadi Motor Pelayanan dan Ekonomi Keluarga
Bupati Sukabumi Ajukan Perubahan APBD, Cermati Pergeseran Ekonomi Daerah
Curug Sawer Gratiskan Warga Empat Desa, Dorong Wisata dan Ekonomi Lokal Kecamatan Kadudampit
Kunjungi Desa Wisata Arjasa, Wamenpar Ni Luh Puspa Dorong Desa Wisata Ikuti Event Promosi hingga Kolaborasi untuk Perkuat Potensi Ekonomi
Jamkrindo Palembang Dorong Ekonomi Sumbagsel, Jamin Kredit Rp 12,55 Triliun
Emas dan Bitcoin: Dua Wajah Penyimpan Nilai di Tengah Guncangan Ekonomi Global
Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Capai Rp40,02 Triliun hingga Juli 2025
Event Sukabumi Ngabumi HJKS 2025 Ditunda, Potensi Ekonomi Warga Ikut Tertahan
Wisata Memancing di Sukabumi, Rekreasi Alam yang Dorong Ekonomi Warga