Selasa, 21 April 2026

Emas Rawan Hilang dan Rusak, Masyarakat Diminta Simpan dengan Aman

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Minggu, 21 September 2025 | 12:00 WIB
Ilustrasi emas (Ayuni FS )
Ilustrasi emas (Ayuni FS )

FAJARSUKABUMI - Emas masih menjadi salah satu bentuk investasi yang paling diminati masyarakat. Selain bernilai tinggi, logam mulia ini juga dianggap sebagai instrumen lindung nilai yang stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, di balik keunggulannya, emas juga menyimpan risiko tinggi apabila tidak disimpan dengan benar.

Meningkatnya kasus pencurian, kehilangan, dan penurunan nilai emas akibat kerusakan fisik menjadi perhatian penting bagi para pemilik logam mulia. Seiring dengan hal itu, kesadaran masyarakat dalam menyimpan emas secara aman dan terencana dinilai semakin diperlukan.

Salah satu langkah dasar yang sering diabaikan adalah menjaga kemasan emas dalam kondisi utuh. Khusus untuk emas batangan produksi PT Aneka Tambang (Antam), kemasan certicard menjadi bukti keaslian sekaligus sertifikat resmi yang melekat langsung dengan fisik emas. Kerusakan pada kemasan ini tidak hanya merusak tampilan, tetapi juga berdampak pada nilai jual kembali.

 Baca Juga: Harga Emas 24 Karat Sabtu 20 September 2025: Antam Melemah, UBS Menguat

Bagi penyimpanan di rumah, penggunaan brankas pribadi menjadi pilihan utama. Namun, faktor keamanan dan lokasi penyimpanan perlu menjadi pertimbangan serius. Brankas yang digunakan sebaiknya tahan api dan dilengkapi sistem pengamanan ganda. Selain itu, lokasi penyimpanan sebaiknya tidak mudah ditebak oleh orang lain, termasuk anggota keluarga yang tidak berkepentingan.

Sementara itu, untuk kepemilikan emas dalam jumlah besar, Safe Deposit Box (SDB) yang disediakan oleh bank menjadi opsi yang semakin banyak diminati. Fasilitas ini memberikan perlindungan lebih dari risiko pencurian dan bencana alam, meskipun memerlukan biaya sewa tahunan.

Pencatatan dan dokumentasi emas juga menjadi bagian penting dari sistem penyimpanan. Pemilik emas disarankan memiliki daftar lengkap yang mencakup berat, bentuk, dan nomor seri emas. Penyimpanan nota pembelian serta dokumentasi visual dinilai dapat membantu proses verifikasi atau klaim jika terjadi kehilangan.

 Baca Juga: Raih Imbang Atas Lion City Sailors, Persib Bandung Langsung Pokus untuk Tumbangkan Arema FC

Di sisi lain, gaya hidup yang menunjukkan kepemilikan emas secara terbuka juga menjadi pemicu meningkatnya risiko pencurian. Praktik memamerkan emas di media sosial atau lingkungan umum tanpa mempertimbangkan faktor keamanan dapat mengundang potensi kejahatan.

 

 

Asuransi barang berharga kini mulai menjadi pilihan bagi sebagian pemilik logam mulia. Beberapa perusahaan asuransi telah menyediakan produk perlindungan khusus untuk emas batangan maupun perhiasan, sebagai bentuk mitigasi dari risiko kehilangan total akibat kejadian tak terduga.

 Dengan langkah penyimpanan yang tepat, risiko kerugian dari investasi emas dapat ditekan secara signifikan. Pemahaman dan kebiasaan menyimpan emas secara aman kini menjadi bagian penting dari budaya investasi yang sehat di tengah masyarakat.

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini

IFG Apresiasi Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas

Sabtu, 18 April 2026 | 06:42 WIB

Workshop UMMI Cetak Wirausaha Muda Sukabumi

Kamis, 16 April 2026 | 07:18 WIB

DKUKM Sukabumi Dorong Penguatan Usaha Desa

Senin, 13 April 2026 | 10:15 WIB
X