FAJARSUKABUMI - PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat kinerja penjaminan yang solid sepanjang 2025 dengan total volume penjaminan mencapai Rp214,73 triliun. Penjaminan tersebut menjangkau sekitar 4,90 juta usaha mikro, kecil, dan menengah serta koperasi (UMKM-K) di seluruh Indonesia.
Kinerja tersebut turut memberikan dampak nyata terhadap penciptaan lapangan kerja. Usaha-usaha yang dijamin Jamkrindo tercatat mampu menyerap sekitar 6 juta tenaga kerja di berbagai sektor ekonomi, menegaskan peran strategis Jamkrindo dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari menyampaikan, penjaminan menjadi instrumen penting bagi UMKM-K yang layak secara usaha, namun masih menghadapi keterbatasan agunan dan akses pembiayaan.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Soroti Harga Ayam Rp45 Ribu Jelang Ramadan
“Penjaminan Jamkrindo berperan sebagai jembatan antara pelaku UMKM-K dan lembaga keuangan. Ini tidak hanya meningkatkan kepercayaan perbankan, tetapi juga memperkuat ekosistem pembiayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ujar Abdul Bari, Kamis (12/2/2026).
Menurut dia, capaian sepanjang 2025 mencerminkan konsistensi Jamkrindo dalam menjalankan mandat sebagai mitra strategis UMKM-K. Melalui penjaminan, pelaku usaha didorong tidak hanya memperoleh pembiayaan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan menjadi lebih bankable.
Selain penjaminan program pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Jamkrindo juga mengembangkan penjaminan non-program untuk mendukung sektor produktif lainnya. Di sisi lain, perusahaan terus memperkuat pendampingan dan pengembangan kapasitas UMKM-K, mencakup aspek manajerial, produksi, pemasaran, hingga tata kelola usaha.
Baca Juga: RSCM Tegaskan Pasien BPJS PBI Nonaktif Tetap Dilayani
“Penguatan kapasitas menjadi kunci untuk membangun portofolio UMKM-K yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kualitas pembiayaan,” kata Abdul Bari.
Ke depan, Jamkrindo akan memperluas sinergi dengan perbankan, lembaga keuangan, pemerintah pusat dan daerah, serta pemangku kepentingan lainnya. Perusahaan juga mempercepat transformasi digital guna meningkatkan kecepatan layanan, efisiensi proses, dan pengelolaan risiko.
Selain penjaminan kredit, Jamkrindo menyediakan produk penjaminan langsung berupa surety bond dan kontra bank garansi, yang pemanfaatannya telah diatur dalam ketentuan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Layanan ini mendukung proses pengadaan barang dan jasa yang lebih kredibel dan akuntabel.
Baca Juga: Wali Kota Ayep Zaki Tegaskan Reformasi Birokrasi Sukabumi Tanpa Intervensi
Sebagai perusahaan penjaminan terbesar di Indonesia dan bagian dari holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi penjaminan yang adaptif dan berdampak, guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif.*
Artikel Terkait
Jamkrindo Perkuat Tata Kelola Pengadaan Barang dan Jasa di Jawa Timur
Jamkrindo Catat Laba Rp1,18 Triliun hingga Triwulan III 2025
Jamkrindo Perkenalkan Industri Penjaminan kepada Mahasiswa Universitas Andalas
Jamkrindo Dukung Pemberdayaan Nelayan Sukabumi
Jamkrindo Kembangkan Pengolahan Buah Lokal di Ciwaru Lewat Pelatihan UMKM Mangga
Jamkrindo Perkuat Program Pengolahan Sampah Komunitas di Geopark Ciletuh
Jamkrindo Sabet Juara ARA 2024 untuk Kategori BUMN Non-Publik Keuangan