FAJARSUKABUMI - Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki menegaskan pertumbuhan sektor usaha di Kota Sukabumi harus berjalan seiring dengan kepatuhan terhadap pajak daerah. Hal itu disampaikannya saat meresmikan Kokka Coffee, Minggu, 15 Februari 2026.
Menurutnya, geliat investasi seperti kafe dan restoran patut diapresiasi karena mendorong perputaran ekonomi.
Namun, setiap transaksi usaha tetap memiliki kewajiban pajak, termasuk komponen opsen pajak, meskipun pajak utama disetorkan ke pemerintah pusat.
Baca Juga: Ekonomi Ditarget 6 Persen, Stimulus Awal 2026 Dinilai Berisiko Picu Inflasi
“Dari PBJT kita ada sekitar Rp30 miliar, mudah-mudahan bisa lebih. Dengan skema bagi hasil, kita harapkan bisa mencapai Rp54 miliar. Semuanya akan kita gunakan untuk membangun Kota Sukabumi demi kepentingan masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, optimalisasi Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menjadi salah satu kunci peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Melalui skema bagi hasil dari badan atau lembaga usaha, pemerintah daerah berpeluang meningkatkan penerimaan secara signifikan.
Baca Juga: Andalkan Radius Putar Ringkas, Fronx Tampil Lincah di IIMS 2026
“Khusus kafe ini harus ada pajaknya juga. Karena saya menganjurkan membuka ruang usaha bagi siapa pun dalam meningkatkan investasi,” tegasnya.
Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, berkomitmen menciptakan iklim investasi yang sehat dan kondusif.
Di sisi lain, kepatuhan pajak diharapkan menjadi bentuk kontribusi nyata pelaku usaha dalam mendukung pembangunan daerah, mulai dari infrastruktur hingga pelayanan publik.
Baca Juga: Fronx hingga XL7 Hybrid Dominasi Test Drive Suzuki di IIMS 2026
"Dengan sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha, saya optimistis pertumbuhan ekonomi lokal dapat terus meningkat, sekaligus memperkuat struktur fiskal daerah melalui optimalisasi PBJT dan sumber PAD lainnya," pungkasnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Sukabumi Kunjungi BPK Jabar: Bahas Penguatan Keuangan Daerah dan Strategi Peningkatan PAD
Plt Lurah Gedong Panjang Maksimalkan Pendapatan PBB untuk Dukung PAD Kota Sukabumi
Rasio Pertumbuhan PAD Kota Sukabumi Tembus 55,65 Persen, Tunjukkan Tren Positif di 2025
PAD Melonjak & Tata Kelola Diakui Nasional, Kinerja Pemkot Sukabumi Dipuji Komisi II DPR RI
Apel Perdana ASN 2026, Wali Kota Sukabumi Tekankan Integritas dan Target PAD
Wali Kota Sukabumi Ajak Wajib Pajak Hotel dan Restoran Perkuat Kepatuhan demi Optimalisasi PAD
Ayep Zaki: Sinergi Pemkot–BPN Perkuat PAD dan Ciptakan Iklim Investasi Sehat di Kota Sukabumi
PAD 2026 Diproyeksi Rp535 Miliar, Bobby Maulana Optimistis Pembangunan Sukabumi 2027 Kian Kuat
Ayep Zaki: BPHTB Harus Sesuai Transaksi, PAD Sukabumi Dibidik Rp650 Miliar
Data Kemiskinan Capai 165 Ribu Jiwa, Pemkot Sukabumi Genjot PAD Rp650 Miliar