FAJARSUKABUMI - Desa Perbawati, Kecamatan/Kabupaten Sukabumi, terus mengembangkan sektor pertanian unggulan dengan fokus pada komoditas kopi, padi, sayuran, dan pisang. Keempat komoditas tersebut dinilai memiliki potensi melimpah dan menjadi kekuatan ekonomi desa.
Kaur Perencanaan Desa Perbawati, Asep Amir Hamzah, mengatakan pengembangan dilakukan berdasarkan sejarah dan potensi alam yang dimiliki desa, termasuk letaknya yang berada di jalur wisata Pondok Halimun.
“Potensi pertanian relatif melimpah di Desa Perbawati. Termasuk pariwisata, apalagi Perbawati merupakan jalur wisata Pondok Halimun. Namun untuk saat ini, kami berfokus terhadap kopi, padi, pisang, dan sayuran terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui di Kantor Desa Perbawati.
Baca Juga: Kabar Gembira! 23 Ribu PPPK Paruh Waktu di Jabar Dapat THR, Total Anggaran Capai Rp60,8 Miliar
Dari sejumlah komoditas tersebut, kopi dan padi menjadi prioritas yang sudah berjalan. Pengembangannya bahkan telah melibatkan UMKM dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Untuk kopi, desa bekerja sama dengan UMKM Baru Halimun dan melahirkan produk bernama Kopi Purbawati. Kopi ini berjenis arabika dan telah dipasarkan ke sejumlah kedai di Sukabumi.
“Kami bermain di pengolahan kopi. Jadi kopi dari kebun para petani kami beli dan diolah menjadi biji kopi siap pakai untuk kedai-kedai di Sukabumi. Sejauh ini pasar kami masih lokal karena kebutuhan lokal pun relatif tinggi,” ungkapnya.
Baca Juga: Dua Kecelakaan Pagi Hari Guncang Sukabumi, Angkot Hantam Truk Parkir hingga Truk Box Terguling
Ia menjelaskan, mayoritas petani di Desa Perbawati menanam kopi arabika. Hal itu didukung kondisi geografis desa yang berada di ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut (mdpl), sehingga cocok untuk budidaya arabika.
“Kopi yang kami olah sebagian besar hasil dari petani Desa Perbawati. Dominasi tanaman mereka memang arabika,” bebernya.
Selain kopi, potensi padi juga sangat melimpah. Saat ini, BUMDes tengah menggarap program produksi Beras Desa Perbawati dengan mengemas hasil panen petani menjadi beras unggulan, baik beras putih maupun beras ketan.
Baca Juga: Alun-alun Palabuhanratu Diserbu Warga, Surga Ngabuburit Selama Ramadhan
“Kami melalui BUMDes tengah menggarap ini secara bertahap. Target akhirnya adalah menghadirkan produk pertanian yang bebas dari pestisida,” jelasnya.
Artikel Terkait
Desa Pasirhalang Fokus Wujudkan Koperasi Desa Merah Putih, Perkuat Ekonomi Kreatif dan Berantas Praktik “Bang Emok
Inovasi Desa Cisande–Cicantayan Antar Sukabumi Masuk Enam Besar Gelari Pelangi Jabar
Tangis Warga di Desa Pedalaman Aceh Tamiang usai Dilanda Banjir Bandang, Ceritakan Berhari-hari Kesulitan Cari Makan
Longsor Tutup Jalan Provinsi di Sukabumi, Jembatan Antar Desa Wangunreja dengan Desa Sukamaju Terputus
Tiga Kepala Desa di Cianjur Mengundurkan Diri, Ini Penyebabnya!
Milad ke-8 Masjid Baiturrahman Mengawali Pembangunan Pustu Desa Ciengang
Anggota DPRD Ini akan Dorong Bupati Cianjur Realisasikan Pembangunan TPT di Desa Bunisari
Gedung Serbaguna Bale Binangkit Desa Sagaranten Resmi Dibuka, Jadi Pusat Aktivitas Warga
Februari 2026, PKK Desa Kebonpedes Pastikan Anak Terima Vitamin A dan Obat Cacing Lewat Posyandu
Sesepuh Desa Karangmoncol Gotong Royong Bangun Jalan Bareng TNI, Warganet Salut