Menurut pengamat ekonomi Universitas Padjadjaran, Dr. Intan Rahayu, pilihan antara emas dan Bitcoin harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
“Kalau orientasi investasinya stabil jangka panjang, emas masih jadi pilihan yang bijak. Tapi kalau ada toleransi terhadap risiko dan keinginan mengejar imbal hasil besar dalam waktu relatif singkat, Bitcoin bisa dipertimbangkan,” ujarnya.
Intan menambahkan, strategi terbaik adalah tidak memilih salah satu secara mutlak, melainkan menggabungkan keduanya dalam portofolio investasi. Diversifikasi tetap menjadi kunci menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Gaji Anggota DPR Capai Rp3 Juta Perhari, Netizen: 'Kerja Bercanda, Gaji Serius!'
Di tengah inflasi, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi dunia, masyarakat mulai sadar pentingnya aset penyimpan nilai. Emas tetap menjadi pilihan klasik yang teruji zaman, sementara Bitcoin muncul sebagai peluang di era digital.
Pada akhirnya, baik emas maupun Bitcoin memiliki tempat masing-masing dalam strategi keuangan. Yang terpenting, setiap pilihan disesuaikan dengan tujuan keuangan, pengetahuan, serta kesiapan menghadapi risiko dari setiap individu.