Menurut pengamat ekonomi Universitas Padjadjaran, Dr. Intan Rahayu, pilihan antara emas dan Bitcoin harus disesuaikan dengan profil risiko masing-masing investor.
“Kalau orientasi investasinya stabil jangka panjang, emas masih jadi pilihan yang bijak. Tapi kalau ada toleransi terhadap risiko dan keinginan mengejar imbal hasil besar dalam waktu relatif singkat, Bitcoin bisa dipertimbangkan,” ujarnya.
Intan menambahkan, strategi terbaik adalah tidak memilih salah satu secara mutlak, melainkan menggabungkan keduanya dalam portofolio investasi. Diversifikasi tetap menjadi kunci menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Baca Juga: Gaji Anggota DPR Capai Rp3 Juta Perhari, Netizen: 'Kerja Bercanda, Gaji Serius!'
Di tengah inflasi, ketegangan geopolitik, dan ketidakpastian ekonomi dunia, masyarakat mulai sadar pentingnya aset penyimpan nilai. Emas tetap menjadi pilihan klasik yang teruji zaman, sementara Bitcoin muncul sebagai peluang di era digital.
Pada akhirnya, baik emas maupun Bitcoin memiliki tempat masing-masing dalam strategi keuangan. Yang terpenting, setiap pilihan disesuaikan dengan tujuan keuangan, pengetahuan, serta kesiapan menghadapi risiko dari setiap individu.
Artikel Terkait
Harga Emas Antam Hari Ini Naik ke Rp1,95 Juta per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Antam di Pegadaian dan Logam Mulia Beda Jauh, Selisih Capai Rp6 Juta
Sungai Eufrat Mengering, Warga Berburu Emas: Tanda Kiamat atau Kekayaan Alam?
Pemburu Emas Sungai Eufrat Akan Terbunuh? Berikut Penjelasan Sesuai Hadist Rasulullah SAW
Harga Emas Antam Turun, 1 Gram Rp 1,945 Juta per Senin 11 Agustus 2025
Harga Emas Antam Naik Rp 20.833 per Gram, Dipengaruhi Tren Global
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik, Tembus Rp2 Juta per Gram
HUT ke-80 RI, Bupati Sukabumi Paparkan Capaian 100 Hari Kerja dan Target Indonesia Emas 2045
Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 19 Agustus 2025 Naik ke Rp1.897.000 per Gram
Harga Emas Antam Melonjak ke Rp1,91 Juta per Gram