Selasa, 21 April 2026

4 Fakta Terkini Skandal Korupsi Pengadaan Laptop Chromebook Rp9,9 Triliun era Nadiem Makarim

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Kamis, 12 Juni 2025 | 08:00 WIB
Potret Nadiem Makarim menyatakan siap diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Rp9,9 triliun. Ia klaim proyek berjalan transparan dan jadi solusi saat pandemi. (Foto Istimewa )
Potret Nadiem Makarim menyatakan siap diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook Rp9,9 triliun. Ia klaim proyek berjalan transparan dan jadi solusi saat pandemi. (Foto Istimewa )

"Saat pandemi melanda, terjadi krisis pendidikan global. Kami melakukan pengadaan TIK, termasuk laptop, untuk memastikan siswa tetap bisa belajar," terangnya.

Mantan Bos platform Gojek itu menyebut lebih dari satu juta laptop, modem, dan proyektor disalurkan ke puluhan ribu sekolah dalam kurun empat tahun.

"Kemendikbudristek mengadakan 1,1 juta unit laptop beserta modem 3G dan proyektor untuk lebih dari 77.000 sekolah," jelas Nadiem.

3. Libatkan Kejaksaan Sejak Awal

Dalam kesempatan yang sama, Eks Mendikbudristek mengaku telah menggandeng Kejaksaan Agung sejak tahap awal. Hal itu, lanjut Nadiem, untuk menghindari pelanggaran dalam proses pengadaan.

"Kami melibatkan Jaksa Agung Muda Bidang Tata Usaha Negara (Jamdatun) agar proses pengadaan berjalan aman dan sesuai aturan," tuturnya.

Nadiem juga menyatakan proses pengadaan dilakukan melalui e-katalog LKPP demi transparansi dan akuntabilitas.

"Pengadaan dilakukan lewat sistem e-katalog untuk meminimalkan konflik kepentingan," terangnya.

4. Alasan Pengadaan Chromebook

Setelah mencuat dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook, Nadiem menyebut laptop itu dipilih karena menawarkan spesifikasi baik dengan harga lebih rendah dibanding laptop lainnya.

Nadiem juga sempat membeberkan, fitur keamanannya juga dianggap cocok untuk lingkungan pendidikan.

"Chromebook lebih murah hingga 30 persen dan memiliki kontrol aplikasi yang melindungi siswa dari pornografi, judi online, dan gim," sebutnya.

Pria berusia 40 tahun itu kemudian menyebut, fitur keamanan ini bisa dimanfaatkan tanpa biaya tambahan dari negara.

"Ini bisa mencegah akses ke konten negatif tanpa biaya tambahan lagi," jelas Nadiem.***

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X