FAJARSUKABUMI-Kepolisian Republik Indonesia (Polri) berupaya bersinergi dengan dunia pendidikan dalam penanganan perilaku menyimpang pelajar, khususnya di wilayah Kabupaten Sukabumi. Sinergitas tersebut sekaligus mendukung Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Harkamtibmas) yang kondusif di wilayah hukum Polres Sukabumi.
Mengawali rencana itu, Polres Sukabumi menggelar Focus Grup Discussion (FGD) dengan mengundang lembaga pendidikan, Ormas/LSM, serta para tokoh masyarakat. Pada kegiatan FGD hadir pula Bupati Sukabumi Marwan Hamami, unsur Forkopimda, dan Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Budi Azhar Mutawali.
Kapolres Sukabumi, AKBP Samian, mengatakan, pemerintah bertanggung jawab terhadap masa depan generasi muda, terutama pelajar. Apalagi, perkembangan teknologi yang semakin pesat dan meningkatnya kenalan remaja diperlukan solusi dan kerja sama antara Polri dengan dunia pendidikan.
Baca Juga: Bertambah Lagi, Korban Meninggal Dunia akibat Alkohol Racikan di Cianjur jadi 9 Orang
Tugas kita menyiapkan pembangunan karakter anak bangsa yang berkelanjutan. Semua ini harus didasari dengan mental anak yang memiliki patriotisme dan idealisme,” kata Kapolres di sela membuka FGD di salah satu hotel di Kecamatan Cikakak, Rabu, 12 Februari 2025.
Dijelaskan, aksi kenakalan remaja dipicu faktor internal keluarga atau broken home. Karena itu, diskusi dengan lembaga pendidikan sebagai upaya mencari solusi yang berangkat dari kepedulian terhadap permasalahan yang terjadi di lingkungan masyarakat.
“Diskusi ini diharapkan bisa menghasilkan kerangka berpikir ke depan berdasarkan kaidah, konsep, dan teori. Sehingga, bisa menjadi landasan kita mengantisipasi terjadinya kenakalan remaja,” cetusnya.
Baca Juga: 67 Tersangka Kasus Narkotika dan Obat-obatan Terlarang Diringkus Polisi
Bupati Sukabumi, Marwan Hamami, menyatakan, kenakalan remaja di kalangan pelajar saat ini semakin meningkat dengan perilaku yang bermacam-macam. Upayanya perlu ada penyeimbang terhadap pelajar dengan cara-cara yang kreatif dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar.
“Saya kira Polres Sukabumi punya keterbatasan personel. Tapi keyakinan saya, APH ini bisa menekan kenakalan remaja di wilayah Kabupaten Sukabumi,” ucapnya.
Artikel Terkait
67 Tersangka Kasus Narkotika dan Obat-obatan Terlarang Diringkus Polisi
Ungkap Kasus Ini, Kinerja Polres Sukabumi Kota Diapresiasi
Vonis Harvey Moeis vs Rafael Alun yang Terlibat Kasus Korupsi
4 Fakta Terkini Kasus Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik OI yang Dilayangkan Iwan Fals ke Polisi Sejak 2021
Kejari Cianjur Ungkap Fakta Baru, Tetapkan Kembali Tiga Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Bantuan dari Kementerian Pertanian