Selasa, 21 April 2026

Patuhi Aturan Royalti, PO Bus SAN Hentikan Pemutaran Musik dalam Perjalanan

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 18:00 WIB
PO Bus SAN Putra Sejahtera menyatakan tidak memperdengarkan musik untuk pelanggannya selama perjalanan imbas aturan biaya royalti.  ((Instagram.com/@po_san_official))
PO Bus SAN Putra Sejahtera menyatakan tidak memperdengarkan musik untuk pelanggannya selama perjalanan imbas aturan biaya royalti. ((Instagram.com/@po_san_official))

FAJARSUKABUMI - Perusahaan Otobus (PO) SAN Putra Sejahtera secara resmi menyatakan tidak lagi memperdengarkan musik selama perjalanan bus.

Kebijakan ini diumumkan melalui akun Instagram resmi perusahaan @po_san_official pada Sabtu, 16 Agustus 2025, dan langsung menuai beragam respons warganet.

Langkah ini disebut sebagai bentuk kepatuhan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) No. 56 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Royalti Hak Cipta Lagu dan/atau Musik, yang mengatur pemutaran karya cipta di ruang publik, termasuk di moda transportasi umum.

Baca Juga: Tawarkan Tarif Hemat dan Antar Jemput, Dado Laundry Jadi Solusi Tepat

“Untuk menghindari adanya pelanggaran atas peraturan tersebut, maka dengan ini manajemen PT SAN Putra Sejahtera untuk sementara waktu tidak lagi memutarkan lagu atau musik di dalam bus PO SAN selama perjalanan,” tulis pihak manajemen dalam keterangannya.

Lebih lanjut, PO Bus SAN menyebutkan bahwa penonaktifan layanan hiburan audio termasuk juga fasilitas AVOD (Audio Video On Demand) yang tersedia di kelas Madar Class. Kebijakan ini, menurut perusahaan, juga bertujuan untuk menjaga tarif tetap terjangkau tanpa harus membebankan biaya royalti kepada penumpang.

“Hal tersebut dilakukan agar tidak membebani pelanggan dengan komponen biaya royalti dalam tarif tiket SAN,” tulis akun tersebut.

Baca Juga: Viral Bocah Salah Arah Saat Lomba Tarik Tambang, Diduga Jadi “Musuh Dalam Selimut”

PO SAN juga menyampaikan bahwa keputusan ini diharapkan dapat menciptakan suasana perjalanan yang lebih tenang dan meningkatkan kualitas komunikasi antarpenumpang.

“Semoga keheningan ini menambah rekatnya komunikasi selama perjalanan dan tidak mengurangi kenyamanan kita bersama,” tulis manajemen dalam penutup unggahannya.

Kebijakan ini memicu reaksi beragam dari masyarakat. Sejumlah warganet menyampaikan kekecewaan mereka atas dihapusnya salah satu hiburan favorit selama perjalanan. Namun, sebagian lainnya menyarankan solusi alternatif seperti mendengarkan musik melalui perangkat pribadi.

Baca Juga: Apa yang Terjadi? Dewa United Sebagai Tim Termahal Kalah Beruntun di Dua Pertandingan Awal

“Akhirnya berefek juga ke transportasi,” tulis akun @bus_jawatimuran.
“Ya tinggal dengarkan musik sendiri-sendiri saja,” tambah akun @azisherlambang.

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X