Selasa, 21 April 2026

Tekan Ancaman Banjir, Wabup Sukabumi Gandeng Ulama Peduli Lingkungan

Photo Author
Anugrah., FajarSukabumi.com
- Kamis, 24 April 2025 | 15:25 WIB
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas menghadiri acara halal bihalal umaro dan ulama Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi (Anugrah)
Wakil Bupati Sukabumi, Andreas menghadiri acara halal bihalal umaro dan ulama Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi (Anugrah)

FAJARSUKABUMI - Ancaman banjir dan kerusakan lingkungan tidak hanya soal teknis, tapi juga soal kesadaran. Hal ini ditekankan Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, saat menghadiri acara Halal Bihalal Ulama dan Umaro di Kantor Kecamatan Cidahu, Kamis (24/4/2025).

Pada acara silaturahmi sarat nuansa kebersamaan itu, Wabup Andreas menyuarakan kekhawatirannya soal dua isu besar yang tengah dihadapi wilayahnya: sampah dan bangunan liar di bantaran sungai.

"Ini bukan hanya soal kebersihan atau tata kota. Ini soal nyawa, soal masa depan anak-anak kita. Sampah harus jadi prioritas, dan ini tidak bisa kita tangani sendiri. Peran ulama sangat penting untuk membangun kesadaran lewat ceramah, dan pengajian,," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Sukabumi Tinjau Lokasi Banjir di Palabuhanratu, Alat Berat Mulai Dikerahkan untuk Pengerukan Sungai

Tak hanya berhenti di soal sampah, Wabup juga menyoroti maraknya bangunan yang berdiri sembarangan di pinggir sungai yang menjadi biang bencana banjir di berbagai daerah, termasuk Palabuhanratu.

"Kita belajar dari kejadian kemarin. Rumah-rumah rusak karena dibangun di zona terlarang. Di Cidahu, saya tidak ingin hal seperti itu terjadi. Sungai lebar 6 meter, minimal 3 meter di kiri-kanannya harus bebas bangunan. Titik," tegasnya.

Andreas pun meminta para camat untuk bersikap tegas terhadap pelanggaran aturan tata ruang. Menurutnya, mencegah jauh lebih murah dan lebih cepat dibanding membenahi kerusakan setelah bencana.

Baca Juga: BPBD Sukabumi Tinjau Lokasi Abrasi Sungai Cipalabuan, Siapkan Langkah Darurat Antisipasi Banjir

"Pembangunan itu mahal ketika sudah terjadi bencana. Maka, jangan biarkan bencana datang baru kita bergerak. Kita harus disiplin sejak awal," katanya.

Seruan ini bukan sekadar imbauan kosong. Andreas menantang masyarakat untuk menunjukkan kedewasaan kolektif dalam menjaga alam, dan berharap kolaborasi ulama dan pemimpin daerah bisa menjadi kunci perubahan.

"Ini soal warisan yang kita tinggalkan. Mari kita buktikan bahwa masyarakat Cidahu bisa jadi contoh bagi daerah lain," tutup Andreas.

Editor: Anugrah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X