FAJARSUKABUMI - Sempat gaduh di media sosial gara-gara foto jamuan makan malam Presiden Prabowo dan Presiden Macron pada Rabu malam, 28 Mei 2025.
Dalam foto tersebut, tampak Presiden Prabowo dan Presiden Macron beserta Ibu Negara Brigitte Macron duduk bersama dalam meja bundar dengan suguhan gelas minuman yang berjajar.
Saat jamuan makan malam tersebut, Prabowo dan Macron melakukan toast dengan mengangkat gelas.
Menjadi pembicaraan hangat di media sosial karena muncul dugaan bahwa ada minuman beralkohol yang disajikan dalam acara kenegaraan itu.
Terlebih lagi gelas yang diangkat saat momen toast berisi cairan berwarna keemasan.
“Oh, itu Sparkling Apple Cider, 100 persen jus,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dikutip dari laman resminya pada Sabtu, 31 Mei 2025.
“Bukan wine ya, dan tidak mengandung alkohol, itu memang yang dipilih buat toast, karena non alkohol,” imbuhnya.
Tak hanya merilis keterangan, akun media sosial resmi milik Sekretariat Kabinet juga mengunggah foto menu yang dihidangkan pada malam tersebut.
Foto menu yang diunggah tersebut juga menampilkan botol minuman yang berisi keterangan di dalamnya.
Sekretariat Kabinet menegaskan bahwa protokol jamuan makan malam di Istana tetap memperhatikan budaya dan nilai-nilai masyarakat Indonesia.
Melalui pernyataan tersebut, Seskab Teddy berharap masyarakat tidak lagi terpengaruh oleh informasi yang tidak berdasar.
Artikel Terkait
Bukan Eskalator, Fadli Zon Jelaskan Pemasangan Chairlift di Candi Borobudur: Situs-situs Dunia Sudah Pakai Itu
Gaduh di Medsos Pembangunan Stairlift di Candi Borobudur Menyambut Kunjungan Presiden RI dan Prancis, Ini Kata Istana
Muncul Usulan Stairlift Candi Borobudur Dipasang Permanen, Istana: Nanti Bisa Dipertimbangkan
Momen Presiden Prabowo Dampingi Emmanuel Macron Kunjungi Candi Borobudur
Bandingkan dengan Menu MBG, Kepala BGN Klaim 60 Persen Anak Indonesia Sulit Mendapat Makan Gizi Seimbang dan Tak Mampu Beli Susu
Presiden Macron Tunjukkan Kekagumannya pada Candi Borobudur dan Ungkap Kemitraan Indonesia-Prancis soal Budaya
Ada Jemaah Calon Haji Indonesia yang Tidak akan Mabit di Muzdalifah dan Mina, Bagaimana Hukumnya? Begini Penjelasan Kemenag