Selasa, 21 April 2026

Telisik Maksud Presiden Pezeshkian Undang Prabowo ke Iran saat Negara Republik Islam Itu Berkonflik dengan Israel

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Kamis, 19 Juni 2025 | 16:44 WIB
Potret Presiden Iran undang Prabowo ke Teheran, nilai Prabowo sosok diplomatik potensial untuk redakan ketegangan Iran-Israel. (Foto Istimewa)
Potret Presiden Iran undang Prabowo ke Teheran, nilai Prabowo sosok diplomatik potensial untuk redakan ketegangan Iran-Israel. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian mengundang Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto untuk melakukan kunjungan ke negaranya.

Hal itu disampaikan Dubes Iran untuk RI, Mohammad Borujerdi saat negaranya berkonflik Israel dalam eskalasi saling balas serangan pada 13 Juni 2025 lalu.

"Melalui kesempatan ini saya menyampaikan undangan kembali kepada Yang Mulia Presiden Prabowo untuk kunjungi Iran," ujar Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip pada Rabu, 18 Juni 2025.

Baca Juga: 3 Fakta di Balik Keputusan Prabowo soal 4 Pulau Sengketa yang Diklaim Sah Milik Aceh, Bukan Sumut

Boroujerdi pun menuturkan maksud baik perihal undangan resmi negaranya ke Prabowo, hal itu karena Presiden Pezeshkian menilai tokoh nomor 1 di Indonesia itu sebagai sosok yang sangat aktif dalam berdiplomasi luar negeri.

Borojerdi menegaskan, peran Prabowo dinilai berpotensi besar sebagai tokoh diplomasi yang disegani berbagai pemimpin negara di dunia.

Terlebih, keuntungan status Indonesia sebagai negara dengan politik luar negeri bebas aktif atau tidak terikat blok dan aliansi militer apapun menjadi catatan tersendiri.

Baca Juga: Update Perang Iran vs Israel, Netanyahu Kini Diancam Militer Republik Islam: Hukuman yang Sebenarnya Akan Tiba

Dalam hal ini, Prabowo dinilai bisa menjadi penetral racun di 'air yang keruh', terkhusus atas konflik Iran dan Israel.

"Terkait kepentingan Indonesia, beliau mengunjungi, berkomunikasi dan berinteraksi dengan berbagai negara di dunia. Kami telah mengundang beliau berkunjung ke Iran," imbuh Boroujerdi.

Sebelumnya diketahui, Prabowo kini memang tengah diagendakan kunjungan ke luar negeri, tepatnya agenda bilateral ke Rusia untuk bertemu dengan Putin pada 19 Juni 2025.

Baca Juga: Kasus CPO Wilmar Group: Kejagung Sita Triliunan Rupiah, Perkara Berlanjut ke Kasasi

Borojerdi pun menegaskan, undangan kepada Prabowo itu merupakan undangan secara langsung dari Presiden Pezeshkian.

"Kita bisa atur waktu agar bisa melakukan perbincangan bilateral," tutupnya.*

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X