“Wisatawan dari Tiongkok biasanya charter flight dan selama ini mendarat di Denpasar," ujar Puspa.
"Ke depan kami akan dekati tour operator agar mereka (wisatawan) landing di Banyuwangi dan menyebar ke Bali Barat dan Utara, bisa lewat jalur laut ke Lovina,” imbuhnya.
Kemenpar juga tengah mengupayakan jalur laut cepat antara Banyuwangi dan Lovina menggunakan kapal cepat.
Rute ini diyakini akan memangkas waktu tempuh secara signifikan.
“Jika menggunakan kapal cepat, waktu tempuh Banyuwangi–Lovina sekitar 1,5 jam,” ujarnya.
Namun, tantangan masih ada. Salah satunya adalah belum tersedianya dermaga memadai di Lovina untuk kapal cepat.
Untuk sementara, pelabuhan Gilimanuk akan dijadikan titik sandar alternatif.
“Kami sedang pikirkan pembangunan dermaga agar jalur laut lebih cepat,” pungkas Ni Luh Puspa.*
Artikel Terkait
Objek Wisata di Cisolok Jadi Favorit Wisatawan, Begini Imbauan Sekmatnya
Libur Waisak 2025, Ini Destinasi Wisata Alam Sukabumi
Rekomendasi 5 Destinasi Wisata Bertema Buddha untuk Libur Waisak 2025
Kandang Kuda di Area Wisata Pantai Citepus Palabuhanratu di Keluhkan Pengunjung
Pemkab Sukabumi Tegaskan Komitmen Hukum dalam Pengembangan Wisata Bukit Panenjoan
Pengelola Pantai Karang Haji Cisolok Desak Pemkab Sukabumi Perbaiki Infrastruktur Wisata
Ratusan Warga Serbu Pantai Selatan, Musim Impun Jadi Magnet Wisata dan Ekonomi Rakyat