FAJARSUKABUMI - Tanaman hanjeli yang sempat terlupakan kini bangkit menjadi ikon edukasi dan ekowisata di Kabupaten Sukabumi berkat inisiatif Asep Hidayat Mustopa, mantan pekerja migran asal Kampung Waluran 2, Desa Waluran Mandiri, Kecamatan Waluran.
Berangkat dari keprihatinan terhadap punahnya tanaman lokal warisan leluhur tersebut, Asep sejak 2010 melakukan riset dan menjadikan hanjeli sebagai daya tarik utama wisata desa. “Saya yakin hanjeli bisa menjadi simbol kearifan lokal dan ketahanan pangan,” ujar Asep, Selasa (15/7/2025).
Hanjeli (Job’s Tears) dikenal lebih mudah dibudidayakan dibanding padi karena dapat tumbuh di lahan kering tanpa pupuk kimia, sehingga cocok untuk konservasi. Desa Wisata Hanjeli juga melibatkan banyak perempuan, khususnya mantan tenaga kerja wanita (TKW), untuk menanam dan mengolah hanjeli menjadi produk seperti kopi, beras, dodol, dan kerajinan.
Baca Juga: Harga Emas Antam Turun Rp10.000, Akhiri Tren Kenaikan Empat Hari
Selain pelestarian budaya, desa ini menawarkan paket wisata edukasi yang sudah menarik perhatian wisatawan lokal hingga mancanegara. Asep berharap hanjeli dapat menjadi pangan masa depan yang sehat dan dibudidayakan secara luas.
Desa Wisata Hanjeli dapat ditempuh 2–3 jam dari Kota Sukabumi atau Palabuhanratu, menawarkan wisata edukatif, kuliner tradisional, serta homestay di rumah warga.
Artikel Terkait
Polres Sukabumi Kota Gelar Operasi Patuh Lodaya 2025, Fokus pada Edukasi dan Penindakan Elektronik
Harga Cabai dan Sayuran Naik di Pasar Tradisional Kota Sukabumi
Satu-satunya di Dunia! Chelsea Jadi Tim Pertama Miliki Gelar Terlengkap Setelah Juara Piala Dunia
Tidak Mau Jumawa! Pelatih Timnas Malaysia Jagokan Timnas Indonesia Sebagai Juara ASEAN U23 Championship 2025
Kapolsek Jampangkulon Pimpin Upacara MPLS di SMAN 1 Jampangkulon
DPPKB Sukabumi Raih Terbaik I Nasional pada Pelayanan KB Serentak di Harganas 2025
Harga Emas Antam Turun Rp10.000, Akhiri Tren Kenaikan Empat Hari