Selasa, 21 April 2026

Wali Kota Sukabumi Tinjau Titik Awal Pembangunan Tujuh Gapura Masuk Kota

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Kamis, 7 Agustus 2025 | 13:56 WIB
Potret Walikota Tinjau Pembangunan gapura berdesain Pakujajar di tujuh pintu masuk kota jadi simbol penguatan identitas dan keberlanjutan Sukabumi. (Foto Istimewa)
Potret Walikota Tinjau Pembangunan gapura berdesain Pakujajar di tujuh pintu masuk kota jadi simbol penguatan identitas dan keberlanjutan Sukabumi. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, meninjau langsung lokasi tugu batas kota di Jalan Lingkar Selatan, Kamis (7/8/2025). Kunjungan ini menjadi bagian dari langkah awal pembangunan tujuh gapura di berbagai titik pintu masuk Kota Sukabumi.

Dalam kegiatan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Sony Hermanto.

Ayep Zaki menjelaskan bahwa pembangunan gapura tidak sekadar proyek infrastruktur, melainkan juga upaya memperkuat identitas dan karakter Kota Sukabumi. Ia mengatakan, desain gapura akan mengusung simbol khas daerah, yakni motif "Pakujajar" atau pohon pakis, yang melambangkan keseimbangan, keteguhan, serta pertumbuhan berkelanjutan.

Baca Juga: Angkot Warna Merah Terbakar di Jalan Raya Sukaraja, Lalin Macet

"Gapura yang dibangun memiliki ciri khas Sukabumi, yaitu Pakujajar. Kita akan membangun tujuh gapura, dimulai dari titik masuk Kota Sukabumi di kawasan ini," ujar Ayep Zaki di lokasi peninjauan.

Lebih lanjut, Wali Kota menekankan bahwa seluruh pekerjaan infrastruktur selama lima tahun ke depan akan diawasi secara ketat. Pemerintah Kota, kata dia, berkomitmen memastikan kualitas pembangunan yang berorientasi pada keberlanjutan.

Ia juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan DPRD, kejaksaan, kepolisian, TNI, pengadilan, dan perangkat daerah lainnya.

Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian dan Logam Mulia Beda Jauh, Selisih Capai Rp6 Juta

"Saya mengajak masyarakat Kota Sukabumi untuk terus menjaga kekompakan dan saling mendukung. Jangan saling menjatuhkan, mari saling membangun untuk menciptakan kesejahteraan bersama," kata dia.

Dalam kesempatan itu, Ayep mengibaratkan proses pembangunan kota seperti jarum jam yang terus bergerak. Menurutnya, pembangunan harus berjalan dinamis, adaptif, dan berkesinambungan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

"Jarum jam tidak pernah berhenti, demikian juga dengan kota ini. Kita harus terus bergerak agar tidak tertinggal. Inilah makna pembangunan berkelanjutan," ujarnya.

Baca Juga: 29 Mahasantri Al-Fath Dikirim ke Luar Negeri, Bekerja dan Berdakwah

Dengan peninjauan ini, Pemerintah Kota Sukabumi menegaskan komitmennya untuk memperkuat jati diri kota melalui infrastruktur yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merepresentasikan semangat kebudayaan dan visi masa depan yang inklusif.(*)

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X