FAJARSUKABUMI - Lembaga Takmir Masjid (LTM) PCNU Cianjur sukses menggelar Tausiyah Kebangsaan, Pengukuhan 1.000 Muharrik (Penggerak) Masjid, serta Pelatihan Manajemen Masjid bagi ketua DKM dan Ikatan Remaja Masjid (Irmas) se-Kabupaten Cianjur pada Kamis, 21 Agustus 2025. Acara ini berlangsung Pancaniti Komplek Pendopo Cianjur.
Kegiatan dibuka langsung Sekretaris LTM PBNU sekaligus Direktur Penerangan Agama Islam (Penais) Direktorat Jenderal Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Ahmad Jayadi, M.Pd. Hadir pada kegiatan itu Staf Khusus Menteri Agama RI, H. Farid F. Saenong, Ph.D, Direktur Program NU-Care LAZISNU PBNU, H. Ending Syarifuddin, dan Ketua LTM PWNU Jawa Barat/Kabid Pontren Kanwil Kemenag Jabar Drs. H. Ahmad Patoni, M.M.
Acara dihadiri juga Bupati Cianjur Muhamad Wahyu Ferdian, Wakil Bupati Cianjur Abi Ramzi, Kepala Kemenag Cianjur H. Ramlan Rustandi, S.Ag., M.Si., serta Forkopimda, Baznas, DMI, BKPRMI, PCNU Cianjur, lembaga dan Badan Otonom NU. Sebanyak 200 ketua DKM dan Irmas ikut dalam kegiatan ini.
Baca Juga: Asep Japar Ajak Warga NU Bangun Sukabumi Mubarakah
"Ini pertama kali diadakan di Indonesia. Ini bisa menjadi inspirasi bagi LTM di seluruh daerah," kata Sekretaris LTM PBNU, Prof. Dr. H. Ahmad Jayadi, M.Pd.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menegaskan sebagai Kota Santri, Cianjur harus menjadi role model dalam pemberdayaan masjid. "Melalui pelatihan ini dan pengukuhan 1.000 muharrik, kita harapkan Cianjur kembali sebagai tatar santri," tegasnya.
Ketua LTM PWNU Jawa Barat, H. Patoni, menambahkan Kabupaten Cianjur memiliki tantangan sekaligus peluang besar. "Dengan jumlah masjid terbanyak di Jawa Barat, LTM PCNU Cianjur bersama elemen lain bisa mengoptimalkan peran masjid di bidang idaroh, inaroh, dan ri’ayah," ungkapnya.
Baca Juga: Prabowo Terkesan dengan Sambutan di Kongres Muslimat NU
Ketua PCNU Kabupaten Cianjur, KH Deden Usman, menginstruksikan seluruh keluarga besar NU untuk bersinergi membangun daerah. “Masjid bukan hanya untuk ibadah mahdhah, tapi juga pusat sosial, ekonomi, dan peradaban Islam di Cianjur," katanya.
Stafsus Menteri Agama RI, H. Farid F. Saenong, menyampaikan amanat Menteri Agama Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. "Masjid harus menjadi pusat peradaban Islam, dan Kementerian Agama siap bersinergi dengan semua pihak, khususnya di Cianjur," ujarnya.
Direktur Program Lazisnu PBNU, H Ending Syarifuddin, menjelaskan pentingnya pengelolaan ZISWAF berbasis masjid secara profesional dan akuntabel.
Baca Juga: Bupati Sukabumi Ajak NU Bersinergi
"NU-Care Lazisnu bersama Baznas siap mendampingi DKM agar masjid berdaya dan berfungsi maksimal,” tuturnya.
Selain dari Kemenag, Lazisnu, dan Baznas, pelatihan juga menghadirkan narasumber dari Masjid Sejuta Pemuda Sukabumi dan Masjid Raya Bintaro Jaya Tangerang Selatan yang sudah berpengalaman dalam pemberdayaan masjid.
Artikel Terkait
PC NU Kabupaten Sukabumi Akan Kawal Pembangunan Daerah, Puluhan Pengurus Dilantik
Pengurus MWC NU Pajampangan Dilantik, Empat Prinsip KH. Mubarok Untuk Membumikan NU
Bupati Sukabumi Ajak NU Bersinergi
Prabowo Terkesan dengan Sambutan di Kongres Muslimat NU
Asep Japar Ajak Warga NU Bangun Sukabumi Mubarakah