Dengan begitu, warga tidak hanya diminta menunaikan kewajiban, tapi juga melihat dampak langsung dari kontribusi mereka. Zakat menjadi sesuatu yang membumi, punya cerita, dan punya wajah.
Selama empat tahun berturut-turut, Baznas Kabupaten Sukabumi memberikan satu unit motor operasional setiap tahunnya kepada UPZ Kecamatan Jampangtengah—bukan karena permintaan, tetapi karena prestasi.
Penghargaan itu tak lepas dari raihan luar biasa: UPZ terbaik secara nasional di level kecamatan, pengumpulan muzakki tertinggi tahun 2024, hingga capaian tertinggi dalam penghimpunan infak Ramadhan.
Baca Juga: Dr. Indrawan Nugroho: Pekerjaan Aman Hari Ini Bukan Jaminan Karier Masa Depan
Namun bagi Camat Chaerul, semua penghargaan itu hanyalah bonus dari kerja sosial yang sungguh-sungguh.
“Motor hanyalah alat. Yang lebih berharga adalah kepercayaan warga. Kalau kepercayaan itu hilang, sehebat apa pun sistemnya, tidak akan berhasil,” ucapnya tegas.
Dalam banyak kesempatan, Camat Chaerul mengaku selalu menekankan bahwa keteladanan lebih efektif daripada sekadar peraturan. Ia sendiri rutin menyalurkan zakat pribadinya melalui UPZ.
Baca Juga: TikTok Geser Facebook, Jadi Media Sosial Terpopuler di Indonesia 2025
"Ketika saya, para kades, RW, tokoh agama ikut langsung menyalurkan zakat melalui UPZ, itu menjadi pesan kuat. Masyarakat tidak diminta percaya, mereka melihat sendiri siapa yang memberi contoh,” katanya.
Keberhasilan UPZ Jampangtengah bukan sekadar keberhasilan dalam angka atau jumlah penghimpunan. Lebih dari itu, ini adalah cerita tentang membangun kepercayaan secara konsisten. Tentang bagaimana gerakan sosial bisa tumbuh jika dikelola dengan pendekatan yang tulus dan inklusif.
Kini, banyak kecamatan lain di Sukabumi menjadikan Jampangtengah sebagai contoh. Tidak sedikit yang datang belajar. Tapi menurut Chaerul Ichwan, resepnya tetap sederhana: dekat dengan masyarakat, jujur dalam pelaporan, dan konsisten dalam pelayanan.
Baca Juga: Minat Investasi Saham di Kalangan Generasi Muda Meningkat, Ini Penyebabnya
“Zakat itu ibadah. Tapi ia bisa hidup kalau ada kepercayaan. Dan kepercayaan itu hanya bisa tumbuh kalau kita hadir di tengah masyarakat, bukan sekadar hadir di balik meja,” pungkasnya.
Artikel Terkait
PBNU Angkat Bicara Soal Usulan Zakat Bantu Danai Makan Bergizi Gratis: Hati-hati
Istana Akhirnya Tanggapi Usulan DPD Soal Makan Bergizi Gratis Dibiayai dari Zakat: Memalukan!
Waspada! Inilah Hukuman Bagi Orang Yang Enggan Mengeluarkan Zakat, Serem Banget!
Prabowo: Zakat adalah Manifestasi Keadilan Sosial
Prabowo: Zakat Harus Transparan dan Efektif, Sampai ke Rakyat yang Membutuhkan
Sri Mulyani: 'Pajak Sama Dengan Zakat', Jangan Keliru! Berikut Penjelasan Sesuai Syariat Islam