Selasa, 21 April 2026

Bupati Sukabumi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi Bersama Mendagri dan Menkeu

Photo Author
Anugrah., FajarSukabumi.com
- Senin, 20 Oktober 2025 | 13:36 WIB
Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengikuti Rakor pengendalian inflasi berdana Kemendagri dan Kemenkeu di Setda Kabupaten Sukabumi (Anugrah)
Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengikuti Rakor pengendalian inflasi berdana Kemendagri dan Kemenkeu di Setda Kabupaten Sukabumi (Anugrah)

FAJARAUKABUMI - Bupati Sukabumi Asep Japar bersama Sekretaris Daerah Ade Suryaman dan unsur Forkopimda mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2025 secara virtual di Command Center Setda Palabuhanratu, Senin (20/10/2025).

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Agenda ini membahas langkah percepatan realisasi belanja pemerintah daerah guna menjaga pertumbuhan ekonomi nasional tetap stabil.

Dalam arahannya, Mendagri Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah agar mengelola keuangan dengan lebih efisien. Ia menyoroti masih adanya daerah dengan pendapatan tinggi namun realisasi belanja yang rendah.

Baca Juga: Optimisme Prabowo Soal Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen: dari Program MBG hingga Kisah Pekerja Dapur

"Kalau uangnya hanya disimpan di kas daerah, dampaknya tidak terasa bagi masyarakat. Belanjakan sesuai perencanaan, jangan menumpuk di rekening daerah," tegasnya.

Kemendagri juga meminta agar daerah yang telah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) segera menyiapkan petunjuk teknis (juknis) agar program-program bisa segera dieksekusi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan bahwa perekonomian nasional tumbuh stabil sebesar 5,2 persen pada kuartal kedua 2025. Angka tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di antara negara-negara anggota G20.

Baca Juga: Penerimaan Pajak Ekonomi Digital Capai Rp40,02 Triliun hingga Juli 2025

"Inflasi juga terkendali di kisaran 2,65 persen. Ini menunjukkan daya beli masyarakat tetap kuat dan pertumbuhan ekonomi tetap berjalan," ujarnya.

Menkeu menambahkan, secara keseluruhan ekonomi Indonesia dinilai sehat dan stabil, serta mendapat kepercayaan dari pasar internasional. Namun, pemerintah pusat berharap pertumbuhan tersebut juga dapat dirasakan hingga ke level daerah.

"Peran pemerintah daerah sangat penting untuk memastikan pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan masyarakat di bawah. Jadi, kalau ada anggaran, segera belanjakan sesuai desain APBD," imbuhnya

Baca Juga: Jamkrindo Palembang Dorong Ekonomi Sumbagsel, Jamin Kredit Rp 12,55 Triliun

Dari sisi regional, Menkeu menyebut perekonomian di berbagai wilayah Indonesia masih tumbuh positif. Pulau Jawa menjadi kontributor utama dengan pangsa 56,9 persen terhadap ekonomi nasional, didukung sektor pengolahan yang masih solid.

Sementara pertumbuhan di Sumatera dan Kalimantan didorong oleh sektor pertanian dan perdagangan. Namun, ke depan kedua wilayah ini diharapkan dapat memperkuat sektor lain agar pertumbuhan ekonomi lebih merata dan tidak bergantung pada komoditas.

Secara umum, tren inflasi di daerah juga dinilai terkendali. Dari 38 provinsi, 30 di antaranya mencatat inflasi positif, sementara hanya Maluku Utara yang mengalami sedikit deflasi.

Editor: Anugrah.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X