Dalam fungsi pengendalian dan evaluasi, PPEPD memanfaatkan Sistem Informasi Pengendalian dan Evaluasi Kinerja (SIPEKA) untuk memantau kinerja dan realisasi keuangan perangkat daerah. Sistem ini memungkinkan evaluasi berbasis data serta pemetaan kinerja yang objektif dan terukur.
“SIPEKA membantu kami melihat capaian kinerja secara real time dan menjadi dasar perbaikan kebijakan ke depan,” ujarnya.
Bidang PPEPD juga berperan penting dalam penguatan tata kelola data pembangunan melalui implementasi Satu Data Indonesia, bekerja sama dengan Diskominfo dan Badan Pusat Statistik (BPS). Integrasi e-Walidata dengan SIPD menjadi instrumen penting dalam memastikan validitas dan konsistensi data perencanaan.
Rangkaian kerja tersebut membuahkan capaian positif. Pada 2025, Kota Sukabumi kembali meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) peringkat kedua tingkat Provinsi Jawa Barat, sekaligus mencatat konsistensi masuk tiga besar selama lima tahun berturut-turut.
“Prestasi ini adalah hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah dalam menjaga kualitas perencanaan pembangunan,” ungkap Asep.
Baca Juga: Menuju SEAMO 2026, Bobby Maulana Soroti Peran Keluarga dalam Prestasi Anak Sukabumi
Menutup tahun 2025, Asep berharap fondasi perencanaan yang telah dibangun mampu mengantarkan Kota Sukabumi menuju pembangunan yang berkelanjutan, terarah, dan berdaya saing.
“Perencanaan yang baik adalah kunci. Jika fondasinya kuat, maka pembangunan akan berjalan lebih efektif dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Ganti Kepala Daerah, Bappeda Sibuk Lakukan Ini
Bappeda Kota Sukabumi : IGA 2025 Harus Lebih Baik Hasilnya
Di Kacamata Bappeda Kota Sukabumi, Ini Perbedaan IGA 2024 dan 2025
Bappeda dan PWI Kota Sukabumi Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer untuk Perkuat Kemitraan