Minggu, 19 April 2026

BPBD Sukabumi Catat Capaian Positif, Ancaman Bencana Masih Meningkat

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Selasa, 10 Februari 2026 | 17:40 WIB

FAJARSUKABUMI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi mencatat sejumlah capaian kinerja hingga tahun 2024, di tengah meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi.

Kepala BPBD Kota Sukabumi, Yoseph Sabaruddin, menyebutkan penurunan Indeks Risiko Bencana (IRB) menjadi 126,24, lebih baik dari target 135,16, sebagai salah satu indikator keberhasilan pengelolaan kebencanaan daerah.

Selain IRB, BPBD juga membukukan Indeks Ketahanan Daerah (IKD) sebesar 0,58, serta memastikan respons cepat penanganan bencana mencapai 100 persen, mencerminkan kesiapsiagaan aparat dalam menghadapi kondisi darurat.

Baca Juga: TMMD 127 Fokus Pulihkan Jalan Pascapergeseran Tanah di Cikembar

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama dan penguatan sistem penanggulangan bencana yang terus kami lakukan,” kata Yoseph.

Di tingkat kewilayahan, BPBD Kota Sukabumi telah membentuk 33 Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana) sebagai ujung tombak mitigasi berbasis masyarakat.

Keberadaan Keltana dinilai strategis dalam meningkatkan kesiapsiagaan warga serta meminimalkan dampak bencana di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: Jejak Dugaan Inkonsistensi Abdullah Azwar Anas Dalam Pengalihan IUP Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi

Meski demikian, Yoseph menegaskan bahwa tantangan kebencanaan masih cukup besar. Dalam beberapa tahun terakhir, intensitas bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem terus meningkat dan memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.

“Kami perlu terus memperkuat budaya sadar bencana di masyarakat, sekaligus mengoptimalkan sarana dan prasarana, terutama untuk pemadaman kebakaran dan kegiatan penyelamatan,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BPBD Kota Sukabumi telah menetapkan arah kebijakan tahun 2027 dengan sasaran strategis Meningkatnya Ketangguhan Kota dalam Menghadapi Bencana.

Baca Juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Rp22.000 per Gram

Upaya tersebut akan ditempuh melalui penguatan mitigasi non-struktural, pembangunan mitigasi struktural di titik rawan, peningkatan kualitas response time, serta penguatan sinergi lintas sektor melalui forum pengurangan risiko bencana.

 

Halaman:

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X