FAJARSUKABUMI - Sebagian masyarakat di Temanggung, Jawa Tengah (Jateng) tengah ramai menyoroti dugaan paket makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang kedaluwarsa.
Terlihat dalam unggahan Instagram @volkinfo, pada Rabu, 4 Maret 2026, paket MBG yang diduga disajikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Giyanti Temanggung, berupa roti yang sudah berjamur.
"Menu MBG berupa roti berjamur diedarkan, SPPG di Temanggung jadi sorotan," demikian tertulis dalam postingan tersebut.
Selain roti berjamur, terdapat pula kurma yang diduga terdapat ulat dalam paket MBG yang dibagikan kepada para siswa sekolah.
Terkini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung dikabarkan telah menonaktifkan sementara SPPG Giyanti selama 7 hari.
Lantas, bagaimana sebenarnya temuan itu bermula hingga akhirnya menuai sorotan sebagian kalangan masyarakat di Temanggung? Berikut ulasannya.
Baca Juga: Abdul Kohar: Perlindungan Guru Harus Ditegakkan, Jangan Ada Kriminalisasi Saat Menjalankan Tugas
Temuan di PAUD Harapan Bunda
Berdasarkan informasi yang beredar, disebutkan temuan makanan kedaluwarsa itu mulanya terjadi pada lokasi distribusi di PAUD Harapan Bunda Temanggung, pada 23 Februari 2026 lalu.
"Sejumlah pihak mengaku telah menyuarakan keluhan terkait kualitas makanan yang diterima," tulis akun Instagram @volkinfo dalam postingan yang sama.
Di samping itu, SPPG Giyanti dikabarkan juga pernah tersandung persoalan serupa dan sempat dihentikan sementara.
Artikel Terkait
Kemenangan di Depan Mata Sirna! Persija Jakarta Harus Puas Berbagi Angka dengan Borneo FC :Gagal Pepet Persib Bandung
Raih Kemenangan di Kandang Madura United, Malut United Menjauh dari Kejaran Persebaya Surabaya
OJK Jabar Dukung Sukabumi Genjot KUR dan UMKM
Stok Darah Menipis Saat Ramadan, PMI Sukabumi Ajak Warga Donor
DPRD Kota Sukabumi Dorong Perda Perlindungan Guru
Abdul Kohar: Perlindungan Guru Harus Ditegakkan, Jangan Ada Kriminalisasi Saat Menjalankan Tugas
Bukber Bareng Kapolresta Banyuwangi dan Insan Pers Mewarnai Keindahan Ballroom Hotel Kokoon Banyuwangi