Selasa, 21 April 2026

Lima Orang Meninggal Dunia akibat Kebakaran di Cianjur Sepanjang 2024

Photo Author
Zetta Al Fajr, FajarSukabumi.com
- Sabtu, 4 Januari 2025 | 21:01 WIB
KEBAKARAN LAHAN: Petugas damkar di Cianjur berupaya memadam api yang membakar lahan di ruas Jalan KH Abdullah bin Nuh, beberapa waktu lalu. (ILUSTRASI)
KEBAKARAN LAHAN: Petugas damkar di Cianjur berupaya memadam api yang membakar lahan di ruas Jalan KH Abdullah bin Nuh, beberapa waktu lalu. (ILUSTRASI)

FAJARSUKABUMI - Lima orang meninggal dunia pada peristiwa kebakaran di Kabupaten Cianjur sepanjang tahun 2024. Di wilayah itu, selama periode Januari-Desember terjadi 158 kasus kebakaran.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Cianjur, Hendra Wira Wiharja, dari lima orang korban jiwa, tiga di antaranya merupakan pegawai salah satu toko material. Ketiga orang korban terjebak di dalam toko saat terjadi kebakaran pada awal tahun 2024.

"Jadi, dari 158 kasus kebakaran yang kami tangani selama periode Januari-Desember 2024, ada lima orang korban jiwa," kata Hendra, Sabtu, 4 Januari 2024.

Baca Juga: Alun-alun Cianjur Bakal 'Disulap' Mirip Pelataran Masjid Nabawi di Madinah

Berbagai peristiwa kebakaran selama 2024 kebanyakan terjadi di kawasan permukiman serta tempat usaha. Penyebab kebakaran mayoritas kebanyakan dipicu dugaan korsleting listrik.

"Kalau melihat situasi di lapangan, penyebab kebakaran kebanyakan karena korsleting listrik. Secara persentase mencapai 70 persen akibat korsleting," ujarnya.

Selain kawasan permukiman dan tempat usaha, sepanjang 2024 terjadi pula peristiwa kebakaran lahan bersamaan musim kemarau.

Baca Juga: Diskon 50% Token Listrik PLN: Cara Hemat dan Maksimalkan Manfaatnya

"Kebakaran lahan banyak terjadi antara Agustus, September, dan Oktober atau tiga bulan sebelum masuk musim hujan," ujar Hendra.

Secara umum, jumlah kejadian kebakaran selama 2024 cenderung turun dibanding 2023. Pasalnya, sepanjang 2023 terjadi hampir 300 kali kebakaran.

"Kejadian kebakaran selama 2023 itu hampir dua kali lipat dibanding 2024. Itu salah satunya karena dampak El Nina, musim panas berkepanjangan. Dari 300-an kejadian, hampir setengahnya kebakaran lahan," imbuh dia.

Baca Juga: (2 Januari 2025) PLN Diskon 50 Persen: Bisakah ‘Menabung’ Listrik Murah Setahun ke Depan? Ini Caranya

Namun, kata Hendra, dibanding kejadian pada 2021 dan 2022, kebakaran sepanjang 2024 ada penaikan jumlah kasus. Selama 2021 dan 2022, rata-rata jumlah kebakaran sebanyak 120 kejadian.

"Dari berbagai kejadian kebakaran selama 2024, nilai kerugian ditaksir mencapai lebih dari Rp4 miliar," pungkasnya.

Editor: Zetta Al Fajr

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X