pemerintahan

Marak Kasus Keracunan MBG, Kepala BGN Bantah Ada Pengiritan yang Mempengaruhi Kualitas Makanan

Sabtu, 17 Mei 2025 | 04:19 WIB
Potret 223 siswa di Bogor keracunan makanan MBG, ditetapkan KLB. BGN: tak ada pengiritan, kualitas tetap dijaga, Bina Insani dievaluasi. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Beberapa waktu terakhir marak terjadi kasus keracunan makanan dari pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa daerah.

Paling baru adalah terjadinya kasus keracunan MBG di wilayah Kota Bogor.

Total ada 223 orang siswa yang mengalami keracunan, sehingga Wali Kota Bogor menetapkannya sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

Baca Juga: DPR Klaim 8 Syarikah untuk Jemaah Haji Indonesia Justru Bikin Kacau, Desak Menag untuk Segera Evaluasi

Kasus keracunan itu terjadi antara tanggal pembagian MBG pada 6-9 Mei 2025, di mana pelaksanaannya di bawah SPPG Bina Insani.

Hasil uji lab ditemukan bahwa pada makanan telor ceplok mengandung bakteri E. coli dan tumis toge dan tahu terindikasi Salmonella.

Atas kasus keracunan yang telah terjadi, Kepala BGN menegaskan tidak ada pengiritan dana untuk kualitas makanan.

Baca Juga: Momen Podcaster Michael Sinaga Merasa Heran usai Ikut Diperiksa Skandal Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

“Apakah penyebab keracunan karena ada aspek di mana kualitas makanan diirit segala macam, itu nggak ada,” ujar Kepala BGN Dadan Hindayana dalam konferensi pers di gedung Ombudsman, Jakarta Selatan, pada Rabu, 14 Mei 2025.

Dadan mengungkapkan bahwa harga makanan untuk MBG sudah ditetapkan, sehingga tidak berpengaruh pada harga bahan dasarnya di pasar.

“Kami menetapkan at cost untuk bahan baku dan operasional karena kami menjaga kualitas makanan, jadi harga itu baik naik maupun turun, tidak boleh mempengaruhi kualitas makanan,” jelas Dadan.

Baca Juga: Gebrakan Prabowo di Konferensi PUIC: Kita Butuh Wadah untuk Bela Kepentingan Umat Islam di Penjuru Dunia

“Nggak ada gunanya mengirit dari bahan baku karena yang kita tetapkan adalah at cost,” imbuhnya.

Untuk kasus di Kota Bogor, Dadan membeberkan bahwa untuk sementara kegiatan memasak di Bina Insani dihentikan dan dilakukan evaluasi mendasar.
*

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB