pemerintahan

Yusril Tegas Bantah Isu Perundingan Rahasia RI-Israel Terkait OECD

Jumat, 30 Mei 2025 | 10:38 WIB
Potret Yusril Ihza Mahendra bantah isu perundingan rahasia RI-Israel terkait pencalonan Indonesia sebagai anggota OECD. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), membantah isu mengenai adanya perundingan rahasia antara Indonesia dan Israel yang dikaitkan dengan proses pencalonan Indonesia menjadi bagian dari Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).

Melalui keterangan resminya, Yusril membantah klaim media Israel, Ynet, yang menyebut adanya pertemuan tertutup sebagai bagian dari langkah Indonesia untuk mendapatkan dukungan Israel dalam proses keanggotaan di OECD.

Yusril turut membantah dugaan adanya wacana pembukaan hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel.

Baca Juga: Dua Staf Kedutaan Israel Tewas Ditembak di Washington, Pelaku Teriakkan ‘Bebaskan Palestina

"Pertemuan seperti itu tidak pernah ada," tegas Yusril dalam siaran persnya pada Kamis 29 Mei 2025.

Yusril pun mengkritik penggunaan istilah 'normalisasi' yang disampaikan oleh media tersebut.

Ia menilai penyebutan itu tidak akurat karena Indonesia dan Israel tidak pernah memiliki hubungan diplomatik sejak awal, sehingga tidak ada yang bisa 'dinormalisasi'.

Baca Juga: Kebijakan Paus Fransiskus terhadap Perang Gaza Diduga Jadi Alasan Israel Hapus Ucapan Bela Sungkawanya di Media Sosial

Kendati demikian, Yusril mengakui bahwa Israel sempat menawarkan dukungan atas pencalonan Indonesia di OECD, namun dengan prasyarat pembukaan hubungan diplomatik.

Namun Yusril menegaskan bahwa Indonesia menolak tawaran tersebut.

"Permintaan tersebut telah kami tolak," ujarnya.

Baca Juga: Taruhannya Sistem Keamanan, Google Dikabarkan Beli Perusahaan Eks Mata-mata Israel Senilai Rp500 Triliun

Lebih lanjut, Yusril menjelaskan bahwa menjadi anggota suatu organisasi internasional seperti OECD tidak mensyaratkan sebuah negara harus memiliki hubungan diplomatik dengan seluruh anggota lainnya.

Ia juga membantah ada pembicaraan mengenai hubungan bilateral Indonesia-Israel, termasuk ketika dirinya hadir dalam Sidang OECD di Paris pada akhir Maret 2025 lalu.

Halaman:

Tags

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB