Di ruang publik, warganet pun ramai mengecam pernyataan tersebut. Banyak yang menilai ucapan itu tidak sensitif terhadap kondisi guru honorer dan swasta yang masih hidup dalam keterbatasan.
Sejumlah lembaga filantropi dan pemerhati pendidikan menegaskan bahwa pendidik seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang.
“Guru dan dosen adalah mesin penggerak pertumbuhan bangsa. Anggaran untuk mereka bukan beban, melainkan modal strategis,” kata pernyataan resmi Dompet Dhuafa.
Penelitian internasional juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas guru berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi suatu negara. Korea Selatan dan Finlandia, misalnya, menempatkan profesi guru sebagai salah satu yang paling dihargai, dengan kesejahteraan yang memadai.***