Di ruang publik, warganet pun ramai mengecam pernyataan tersebut. Banyak yang menilai ucapan itu tidak sensitif terhadap kondisi guru honorer dan swasta yang masih hidup dalam keterbatasan.
Sejumlah lembaga filantropi dan pemerhati pendidikan menegaskan bahwa pendidik seharusnya dipandang sebagai investasi jangka panjang.
“Guru dan dosen adalah mesin penggerak pertumbuhan bangsa. Anggaran untuk mereka bukan beban, melainkan modal strategis,” kata pernyataan resmi Dompet Dhuafa.
Penelitian internasional juga menunjukkan bahwa peningkatan kualitas guru berdampak besar pada pertumbuhan ekonomi suatu negara. Korea Selatan dan Finlandia, misalnya, menempatkan profesi guru sebagai salah satu yang paling dihargai, dengan kesejahteraan yang memadai.***
Artikel Terkait
Menjelang HUT ke-80 RI, Sukabumi Gelar Taptu dan Pawai Obor
HUT ke-80 RI, Bupati Sukabumi Paparkan Capaian 100 Hari Kerja dan Target Indonesia Emas 2045
Jadi Pembina Upacara Kemerdekaan RI di Lapas, Begini Pesan Wakil Bupati Sukabumi
Kemerdekaan RI Awalnya Direncanakan 24 Agustus, Sejarah Berubah karena Desakan Golongan Muda