Selasa, 21 April 2026

Kata Perwakilan Trump untuk Timur Tengah, Indonesia Jadi Pilihan untuk Boyong Pengungsi Gaza?

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 20 Januari 2025 | 16:05 WIB
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia. (Foto Instagram.com/@steven.c.witkoff)
Utusan presiden terpilih Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff (kiri) yang mewacanakan relokasi sebagian warga Gaza ke Indonesia. (Foto Instagram.com/@steven.c.witkoff)

FAJARSUKABUMI - Utusan Presiden Terpilih Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk Timur Tengah, Steve Witkoff mengungkap rencana pihaknya untuk relokasi atau pemindahan tempat sebagian warga Gaza ke Indonesia, pada Minggu, 19 Januari 2025.

Dilansir dari Times of Israel, relokasi warga Gaza ke Indonesia itu terjadi saat proses pembangunan kembali di wilayah tersebut.

Steve menyebut hal itu sebagai bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk mempertahankan gencatan senjata Israel-Hamas.

Baca Juga: Steak Makin Enak Hanya dengan Tambahan Kecap Manis, Chef Amerika Ini Langsung Approved!

Di sisi lain, perwakilan Trump untuk Timur Tengah itu tengah mempertimbangkan mengunjungi Jalur Gaza, terkhusus melihat situasi langsung ketimbang mempercayai perkataan masing-masing pihak.

"Anda harus melihatnya, Anda harus merasakannya," tutur Steve di AS, pada Minggu, 19 Januari 2025.

Steve juga berencana hadir di Gaza untuk membantu mengatasi masalah potensial yang mungkin timbul saat pertukaran sandera dan tahanan yang sedang berlangsung antara Israel-Hamas.

Baca Juga: Soroti Isu HAM Seolah Bukan untuk Muslim, Begini Pernyataan Tegas Prabowo Soal Kemerdekaan Palestina saat Kunjungan ke Mesir

"Anda harus berada di sana dan harus siap untuk mengatasi masalah jika itu terjadi," sambungnya.

Prihatin Konflik Israel vs Hamas di Gaza Terhadap Sandera

Dalam kesempatan yang sama, Steve mengaku prihatin dengan konflik antara Israel dan Hamas di Gaza, terlebih dapat menunda pembebasan sandera.

"Ingat, ada banyak orang, radikal, fanatik, tidak hanya dari pihak Hamas, tapi juga dari sayap kanan pihak Israel," terangnya.

Baca Juga: Prabowo Resmikan 37 Proyek Listrik di 18 Provinsi: Kita Menuju Swasembada Energi

Steve menilai Trump bersama pihaknya masih mengupayakan solusi jangka panjang untuk Jalur Gaza.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X