Selasa, 21 April 2026

Luhut Klaim Indonesia Tak Perlu Khawatir Berlebihan Soal Kebijakan Tarif Trump: Pengalaman Kita Menangani Kasus Besar Sudah Cukup Banyak

Photo Author
FS Supriadi, FajarSukabumi.com
- Selasa, 8 April 2025 | 21:35 WIB

FAJARSUKABUMI - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, menekankan Indonesia untuk tidak terlalu khawatir pada kebijakan tarif impor Trump.

Seperti diketahui, Trump menerapkan tarif impor 32 persen untuk Indonesia dan diklaim oleh Luhut bahwa hal tersebut berdampak kecil untuk Indonesia.

“Dampak terhadap PDB Indonesia akibat tarif resiprokal Amerika Serikat juga diperkirakan akan terbatas,” kata Luhut dalam Sarasehan Ekonomi Bersama Presiden yang disiarkan live di YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa, 8 April 2025.

Baca Juga: Soroti Gejolak Bursa Saham, Menko Airlangga Hartarto: IHSG Masih Negatif, tapi Sudah dalam Tren Positif

“Kami melakukan simulasi-simulasi yang sangat intensif selama lebaran ini, kami melihat bahwa porsi ekspor Indonesia terhadap PDB relatif rendah sekitar 23,8 persen dan porsi ekspor ke Amerika Serikat juga hanya 10 persen dari total ekspor Indonesia,” jelasnya.

Dari data-data tersebut dan penjabaran pihak-pihak terkait lainnya, Luhut menyatakan tidak ada kekhawatiran untuk Indonesia.

“Kita sebenarnya tidak perlu khawatir berlebihan, waspada, yes,” tegasnya.

Baca Juga: Sri Mulyani Sebut Tarif Resiprokal Donald Trump Tak Masuk Akal: Semua Ekonom Tak Bisa Memahami

Luhut kemudian mengingat lagi momen Indonesia yang diklaim sukses melewati berbagai tantangan di masa lalu.

“Pengalaman kita juga menangani kasus-kasus besar sudah cukup banyak, bagaimana negara-negara lain pontang-panting menghadapi COVID-19, kita mampu mengatasi dengan baik,” terangnya.

Karena itu, Luhut yakin kali ini pun bisa terlewati dengan langkah yang kompak dari berbagai pihak.

Baca Juga: Sorotan Khusus Presiden Prabowo Soal Gejolak Ekonomi RI: Komunikasi Kurang, Saya Bertanggung Jawab

“Kita kompak, kita satu padu dan kita saling mendukung untuk saling mengatasi masalah ini karena kita punya data dan potensi yang kuat bahwa kita mampu memitigasi masalah ini,” tandasnya.

Editor: FS Supriadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

IFG Apresiasi Jamkrindo, Dorong UMKM Naik Kelas

Sabtu, 18 April 2026 | 06:42 WIB

Workshop UMMI Cetak Wirausaha Muda Sukabumi

Kamis, 16 April 2026 | 07:18 WIB

DKUKM Sukabumi Dorong Penguatan Usaha Desa

Senin, 13 April 2026 | 10:15 WIB
X