Selasa, 21 April 2026

Trump Tidak Ingin Mendeportasi Pangeran Harry dari AS dan Menyebut Meghan Adalah Sosok yang Buruk

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Senin, 10 Februari 2025 | 15:30 WIB
Alasan Trump tidak mendeportasi Pangeran Harry dari AS karena Meghan Markle. (Foto  Kolase foto instagram.com/meghan.markle.official dan instagram.com/realdonaldtrump)
Alasan Trump tidak mendeportasi Pangeran Harry dari AS karena Meghan Markle. (Foto Kolase foto instagram.com/meghan.markle.official dan instagram.com/realdonaldtrump)

FAJARSUKABUMI - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memutuskan untuk tidak mendeportasi Pangeran Harry dari AS, meskipun masih ada gugatan hukum yang mempertanyakan status imigrasi Duke of Sussex.

Saat ini, status imigrasi Harry sedang dalam proses litigasi di Washington DC, dengan Heritage Foundation menuduh bahwa Harry mungkin telah menyembunyikan riwayat penggunaan obat-obatan terlarang, yang seharusnya bisa mendiskualifikasinya dari mendapatkan visa AS.

Namun, dalam wawancara dengan The New York Post pada Jumat 7 Februari 2025, Trump menegaskan bahwa dirinya tidak tertarik untuk mengambil tindakan terhadap Harry.

Baca Juga: Steak Makin Enak Hanya dengan Tambahan Kecap Manis, Chef Amerika Ini Langsung Approved!

"Saya tidak ingin melakukan itu," ujar Trump.

"Saya akan membiarkannya sendiri. Dia sudah cukup banyak mengalami masalah dengan istrinya (Meghan Markle). Istrinya sangat buruk," tambahnya.

Pernyataan ini muncul di tengah gugatan yang diajukan oleh Heritage Foundation terhadap Departemen Keamanan Dalam Negeri, yang mempertanyakan apakah Harry telah mengungkapkan penggunaan narkoba ilegalnya di masa lalu saat mengajukan visa.

Hubungan Tegang Trump dengan Harry dan Meghan

Pangeran Harry dan Meghan Markle, yang memiliki kewarganegaraan AS, dikenal sebagai pengkritik vokal Trump selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Geliat AS Relokasi Warga Gaza Tuai Kontroversi: 3 Negara Ini Tolak Gagasan Trump-Netanyahu, dari China hingga Indonesia

Meghan Markle pernah menyebut Trump sebagai sosok yang "memecah belah" dan "misoginis," sementara Trump menggambarkan Harry sebagai pria yang "menurut" pada istrinya.

"Saya pikir Harry yang malang sedang ditipu," ujar Trump.

Dalam kesempatan yang sama, New York Post melaporkan bahwa Trump juga memuji kakak Harry, Pangeran William, dengan menyebutnya sebagai "seorang pemuda yang hebat."

Keduanya bertemu secara pribadi di Paris, Prancis, pada Desember 2024, saat pembukaan kembali Katedral Notre-Dame.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X