FAJARSUKABUMI - Setelah sempat terpuruk akibat krisis keuangan global, perusahaan asuransi raksasa American International Group, Inc. (AIG) kini kembali menjadi pemain utama di industri asuransi dunia. Di balik kebangkitan ini, nama CEO Peter Zaffino disebut sebagai tokoh kunci dalam proses transformasi perusahaan.
Dilansir dari TIME, Rabu 3 September 2025, Zaffino yang bergabung ke AIG pada 2017 dan diangkat sebagai CEO pada 2021, dinilai berhasil memulihkan kepercayaan pasar melalui tiga strategi utama: perubahan budaya, penyederhanaan bisnis, dan transformasi digital.
Langkah pertama Zaffino adalah membenahi budaya perusahaan. Ia menekankan pentingnya disiplin dalam praktik underwriting serta ketelitian dalam mengelola risiko. Strategi ini disebut sebagai fondasi utama dalam membangun AIG yang lebih sehat secara operasional.
Baca Juga: Wali Kota Sukabumi: Perumda Air Minum Harus Bebas KKN dan Dikelola Secara Profesional
“Tanpa fondasi data, teknologi, dan budaya underwriting yang kami bangun sejak 2018, mustahil kami bisa memanfaatkan kecerdasan buatan seagresif sekarang,” ujar Zaffino dalam wawancara dengan TIME.
Zaffino juga memangkas lini bisnis yang dinilai terlalu berisiko, termasuk melepas sejumlah unit usaha untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan.
Keputusan ini terbukti efektif, terutama di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam global yang berdampak pada industri asuransi.
Baca Juga: Jadwal Pertandingan Persija Jakarta pada BRI Super League di Bulan September 2025
Kini, AIG dinilai sebagai perusahaan yang lebih stabil dengan portofolio risiko yang lebih terukur. "Dengan memperkuat praktik underwriting, AIG berhasil menyeimbangkan risiko dengan keuntungan,” tulis TIME.
Penggunaan teknologi berbasis artificial intelligence (AI) menjadi elemen penting dalam transformasi AIG. Sistem AI memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat, khususnya dalam proses underwriting dan manajemen klaim.
Di sisi internal, otomatisasi juga menyederhanakan banyak tugas administratif. Namun, Zaffino memastikan bahwa transformasi ini diiringi pelatihan ulang bagi karyawan agar siap menghadapi perubahan.
Baca Juga: 500 Personil TNI-Polri dan Satpol PP Siaga Jaga Kondusivitas Sukabumi
Meski menunjukkan pemulihan signifikan, Zaffino tetap mewaspadai risiko eksternal seperti ketidakpastian geopolitik dan serangan siber. Strategi mitigasi risiko kini menjadi bagian integral dari arah bisnis perusahaan.
Artikel Terkait
5 Fakta Kasus Penembakan Bos Asuransi Kesehatan di AS, Salah Satunya Petunjuk pada Selongsong Peluru
Keluarga Korban Tenggelam di Pantai Minajaya Sukabumi Terima Santunan Asuransi
IFG Perkuat Peran Strategis dalam Mendukung Perkembangan Industri Asuransi Nasional 2025
Laba Asuransi Jiwa Kuartal I 2025 Capai Rp5,3 Triliun, IFG Genjot Transformasi Industri
Pilih Asuransi Jiwa Berjangka atau Seumur Hidup? Ini Pertimbangannya