Selasa, 21 April 2026

Ucapan Fadli Zon soal Tragedi Kemanusiaan di Mei '98 Tuai Kecaman, DPR Kini Panggil Menbud RI Itu Tuk Klarifikasi

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Selasa, 17 Juni 2025 | 12:00 WIB
Potret Menbud Fadli Zon dikecam soal pernyataan pemerkosaan massal 1998. Komisi X DPR akan panggil klarifikasi pada 24 Juni 2025 mendatang. (Foto Istimewa)
Potret Menbud Fadli Zon dikecam soal pernyataan pemerkosaan massal 1998. Komisi X DPR akan panggil klarifikasi pada 24 Juni 2025 mendatang. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon kini tengah ramai disoroti sebagian publik di Tanah Air perihal pernyataannya tentang tragedi kemanusiaan di peristiwa era transisi reformasi pada Mei 1998 silam.

Diberitakan sebelumnya, pernyataan Fadli Zon terkait pemerkosaan massal 1998 menuai kritik luas hingga didesak minta maaf. Pernyataan Fadli Zon dalam sebuah wawancara itu dinilai keliru.

Pernyataan Fadli Zon itu menuai kecaman karena menyatakan tidak ada bukti dalam pemerkosaan massal pada Mei 1998.

Baca Juga: Donald Trump Klaim Bakal Ada Serangan Besar-besaran Israel ke Iran, Desak 10 Juta Warga Teheran Mengungsi

Terkini, Komisi X DPR RI akan memanggil Fadli Zon untuk klarifikasi mengenai ucapan Menbud RI tersebut.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani yang menyoroti pernyataan Fadli Zon soal pemerkosaan massal dalam huru-hara atau kerusuhan pada Mei 1998 itu hanya sebatas rumor.

"Pernyataan Menteri Kebudayaan yang menyebut bahwa pemerkosaan massal dalam kerusuhan Mei 1998 hanya sebatas rumor, perlu secara resmi diklarifikasi," tutur Hadrian kepada awak media di Kemendikti Saintek, Jakarta, dikutip pada Selasa, 17 Juni 2025.

Baca Juga: Respons Istana usai Fadli Zon Dikecam Gegara Ucapan soal Peristiwa Mei 1998, Ingatkan Publik Tak Terjebak Gosip di Medsos

"Komisi X DPR RI tentu akan meminta penjelasan lebih lanjut terkait pernyataannya tersebut," imbuh Hadrian.

Hadrian mengungkap, kemungkinan Fadli Zon selaku kepala Kementerian Kebudayaan RI akan hadir dalam rapat kerja (raker) dengan komisi X yang dijadwalkan pada 24 Juni 2025 mendatang.

"Tentu Masa Sidang IV yang akan dimulai pada 24 Juni atau minggu depan, kami akan mengagendakan Raker/RDP dengan seluruh mitra Komisi X, termasuk Kementerian Kebudayaan," tuturnya.

Baca Juga: Bukan Eskalator, Fadli Zon Jelaskan Pemasangan Chairlift di Candi Borobudur: Situs-situs Dunia Sudah Pakai Itu

Lebih lanjut, Hadrian menerangkan Fadli Zon perlu mengklarifikasi pernyataannya mengingat permasalahan sejarah kekerasan seksual di Indonesia sangat sensitif bagi bangsa.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI itu menyebut, pernyataan Fadli Zon meragukan temuan TGPF (Tim Gabungan Pencari Fakta) yang bisa melukai dan mencederai penegakan HAM.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X