"Kami tentu perlu mempertimbangkan sisi psikologi anak didik ketika projek ini harus dibatalkan ditambah berbagai persiapan yang sudah mencapai hampir 80%," ungkapnya.
Dia menegaskan, kunjungan tersebut dalam rangka studi banding kebudayaan yang diharapkan bisa menjadi sarana edukasi bagi anak didik.
"Sekaligus juga jadi inspirasi bagi generasi muda untuk memahami, menghargai, dan menjaga keberagaman sebagai kekayaan bangsa Indonesia," tuturnya.
Baca Juga: Gibran Rakabuming Beberkan Pelaksanaan MBG Saat Menjadi Pemateri Retret Kepala Daerah: Mohon Dibantu
Karena itu, projek kunjungan tersebut mengangkat tema Bineka Tunggal Ika dengan topik 'Merajut Harmoni dalam Keberagaman'. Bagi Marwan, Indonesia merupakan negara yang kaya budaya, adat istiadat, bahasa, agama, dan tradisi.
"Kekayaan ini menjadi salah satu identitas bangsa yang terangkai dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang berarti berbeda-beda tetapi tetap satu. Semboyan ini mengajarkan kita bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk menciptakan harmoni dalam kehidupan bermasyarakat," pungkasnya.
Artikel Terkait
Kepala BGN Pastikan MBG Tetap Dilaksanakan Seperti Biasa, Menu Telur Rebus hingga Kolak Jadi Pertimbangan
Kepala BGN Klaim Program Makan Bergizi Gratis Sudah Terlaksana di 38 Provinsi di Indonesia: Alhamdulillah Sudah Lengkap
Gibran Rakabuming Beberkan Pelaksanaan MBG Saat Menjadi Pemateri Retret Kepala Daerah: Mohon Dibantu