Komoditas yang ditawarkan untuk diimpor dari AS ke Tanah Air, yaitu minyak dan gas hingga produk agrikultur seperti gandum dan kedelai.
"Pertama Indonesia akan meningkatkan pembelian energi dari AS, antara lain LPG, crude oil dan gasoline. Indonesia juga beli produk agrikultur dari AS antara lain gandum, soya bean, dan soya bean milk," sebut Airlangga.
"Indonesia juga akan meningkatkan pembelian barang modal dari AS," sambungnya.
Di sisi lain, Airlangga mengklaim pihaknya akan memfasilitasi perusahaan AS yang selama ini beroperasi di Indonesia agar berbisnis dengan aman dan nyaman.
Hal itu salah satunya terkait kemudahan perizinan dan insentif yang akan diberikan RI untuk perusahaan AS.*
Artikel Terkait
SBY Bongkar Presiden Prabowo Sedang Jalankan Misi 'Dual Track Strategy' untuk Hadapi Tarif Baru Impor AS
Soal Rencana Prabowo Tambah Impor Gas LGN dari AS, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Justru Ngaku Tak Tahu
Update Perang Dagang AS vs China: Negeri Tirai Bambu Balas Naikkan Tarif Impor Barang dari Paman Sam Jadi 125 Persen
Indonesia Siapkan Langkah Negosiasi Hadapi Tarif AS, Meski Posisi Dubes di Washington Masih Kosong
Kekosongan Dubes AS Di Tengah Tarif Respirokal Trump, Bagaimana Nasib Indonesia?