FAJARSUKABUMI - Indeks pembangunan manusia (IPM) Kabupaten Cianjur tak kunjung terdongkrak signifikan. Padahal, berbagai upaya akselerasi telah dilakukan pemerintah daerah setempat.
Sekretaris Daerah Kabupaten Cianjur, Cecep S Alamsyah, tak memungkiri dengan kondisi IPM yang posisinya cenderung stagnan. Ada peningkatan, namun notabene tak mengubah posisinya di posisi bawah dibanding kota dan kabupaten lain di Jawa Barat.
"Ada peningkatan, tapi daerah lain memang pencapaiannya lebih tinggi. Kita harus mengejar, berlari, untuk mensejajarkan hal-hal yang belum dicapai maksimal," kata Cecep, Senin, 26 Mei 2025.
Baca Juga: Pemkab Cianjur Jaga Iklim Investasi, Apresiasi Adanya Satgas Pemberantasan Premanisme
Indikator akselerasi IPM mencakup sektor pendidikan, kesehatan, serta ekonomi atau daya beli. Cecep menyebut masih cukup banyak pekerjaan rumah yang harus dicapai agar IPM bisa terdongrak.
"Tentu ini harus ada peran serta di berbagai pihak. Kita mengenal ada pentahelix atau hexahelix. Di dalamnya ada media, swasta, pelaku usaha, akademisi, dan lainnya. Itu kan harus berkolaborasi untuk berperan dalam pembangunan," tuturnya.
Cecep memastikan, Pemkab Cianjur tentu punya target lima tahun ke depan untuk mendongkrak IPM. Dari berbagai indikator komposit berupa pendidikan, kesehatan, dan ekonomi, akan dievaluasi secara menyeluruh.
"Evaluasi ini untuk mengetahui apa yang terjadi atau kesalahan apa yang menyebabkan kita tidak fokus mendongkrak (IPM). Jadi nanti akan ada intervensi yang harus kita perbaiki," ungkap dia.
Dia menyebut, angka-angka IPM berkaitan dengan masa lalu. Cecep yakin, ada cara atau jalan pintas untuk mengejar ketertinggalan mendongrak IPM.
"Pada sektor pendidikan misalnya, rata lama sekolah di kita itu sekitar 7,3 atau setara kelas 1 SMP. Nah, pendidikan nonformal seperti PKBM (pusat kegiatan belajar masyarakat) itu kan jalan pintas. Ini tidak mengenal usia. Di atas 25 tahun, kemudian dididik, sehingga kita bisa mencapai rata lama sekolah yang diinginkan," imbuhnya.
Baca Juga: Bupati Cianjur Lantik Ribuan CPNS dan PPPK Sekaligus Pejabat Eselon III dan IV
Sedangkan pada sektor kesehatan, satu di antara indikatornya soal angka kematian ibu dan bayi (AKI dan AKB). Kalau soal tenaga kesehatan, Cecep menyebut, sejauh ini jumlahnya cukup memadai. "Tinggal kita tingkatkan skill-nya," terang dia.
Cecep memandang perlu adanya dukungan infrastruktur untuk mendorong peningkatan akselerasi IPM. Terutama berkaitan dengan jalan yang dipandang cukup penting.
"Dengan kondisi jalan yang bagus maka akan mempermudah akses bagi pendidikan, kesehatan, maupun ekonomi," pungkasnya.
Artikel Terkait
Tuntaskan Pendidikan Karakter Selama 2 Pekan, Puluhan Siswa SMP di Cianjur Sungkem dan Suapi Orangtua
DPRD Soroti Lambannya Progres Pembentukan Koperasi Merah Putih di Cianjur
Pemkab Cianjur Jaga Iklim Investasi, Apresiasi Adanya Satgas Pemberantasan Premanisme