Selasa, 21 April 2026

Setelah Insiden Job Fair Membludak di Bekasi, Pramono Anung Klaim Pemprov DKI Tak Sebar Info Loker Besar-besaran

Photo Author
Yosep Taryawan, FajarSukabumi.com
- Selasa, 3 Juni 2025 | 17:00 WIB
Potret Gubernur DKI Pramono Anung tak ingin job fair diekspos besar-besaran demi hindari kericuhan seperti di Bekasi. Fokus pada kecocokan kerja. (Foto Istimewa)
Potret Gubernur DKI Pramono Anung tak ingin job fair diekspos besar-besaran demi hindari kericuhan seperti di Bekasi. Fokus pada kecocokan kerja. (Foto Istimewa)

FAJARSUKABUMI - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menanggapi insiden job fair atau bursa kerja yang membludak dipenuhi para pencari kerja di Bekasi, Jawa Barat.

Sebelumnya diketahui, membludaknya pencari kerja itu terjadi dalam acara job fair bertajuk 'Bekasi Pasti Kerja', pada 27 Mei 2025 lalu.

Kala itu, linimasa media sosial sempat dihebohkan dengan cuplikan video yang memperlihatkan para pencari kerja berebut memindai kode QR untuk bisa masuk melamar kerja.

Baca Juga: Beda Gaya Dedi Mulyadi vs Pramono Atasi Kenakalan Remaja: Banding Program Panca Waluya dan Manggarai Bersholawat

Suasana yang awalnya kondusif berubah menjadi ricuh seiring dengan membeludaknya peserta acara. Massa juga tampak berteriak dan saling dorong satu sama lain.

Setelah ramainya insiden itu, kini Pramono mengklaim Pemprov DKI Jakarta tidak akan menyebar info lowongan kerja alias loker yang dipublikasikan secara berlebihan di media sosial.

"Rekan-rekan sekalian, untuk urusan job fair, secara serius kami menangani. Kenapa kami tidak mempublikasikan dalam bentuk yang terlalu besar?" ujar Pramono sesuai kegiatan pemutihan ijazah di Jakarta Selatan, pada Selasa, 3 Juni 2025.

Baca Juga: Pendatang Luar Kota Dipersilakan Masuk ke Jakarta Tapi Bukan Demi Bantuan Sosial Pemerintah, Ini Kata Pramono Anung

"Karena kami ingin seorang yang datang itu betul-betul orang dengan kapasitas yang dibutuhkan link and match sudah terjadi, beberapa sudah bisa langsung kerja," imbuhnya.

Pramono menjelaskan, pemerintah memang berkewajiban menyediakan lapangan pekerjaan. Meski demikian, Gubernur DKI itu ingin pekerjaan yang dibuka sesuai dengan kemampuan pelamar, sehingga tak perlu dipublikasikan secara besar-besaran.

"Kami memang bukan yang kemudian yang seperti itu perlu kami ekspos berlebihan. Karena memang sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan lapangan kerja bagi warganya, termasuk PPSU, termasuk damkar," terangnya.

Baca Juga: Banjir Jakarta Siaga 2, Pramono Anung Soroti Sampah yang Menumpuk di Pintu Air Manggarai

Pramono menuturkan, pendaftaran Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) sempat membludak ketika diumumkan, dan hasil seleksi PPSU akan segera disampaikan.

"PPSU mudah-mudahan dalam waktu dekat segera akan kita umumkan karena memang yang mendaftar membeludak. sehingga dengan demikian itulah yang menjadi tanggung jawab pemimpin untuk menyelesaikan persoalan-persoalan di lapangan," terangnya.

Halaman:

Editor: Yosep Taryawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sukabumi Dipilih Jadi Lokasi UPT Loka POM 2026

Rabu, 15 April 2026 | 16:00 WIB
X